Ketika melihat keadaan sekitar, masalah apa sebenarnya
yang menciptakan dunia ini terlihat begitu keras? Mengapa sampai seseorang
harus rela meninggalkan keluarganya di bogor untuk kerja di Jakarta? Mengapa sampai
ada orang-orang yang ingin mencelakakan dan mengambil hak orang lain? Pada dasarnya
semua ini adalah karena masalah finansial. Kita sadari atau tidak inilah salah
satu sumber masalah terbesar dalam hidup. Apabila seseorang sudah terbebas dari
masalah finansial ini maka akan semakin mudahlah seseorang menghadapi
masalah-masalah lain dalam hidup mereka. Namun apabila seseorang belum terbebas
dengan masalah finansial ini maka yakinlah seumur hidup masalah mereka hanya
akan berkutat pada masalah finansial ini.
Senin, 10 November 2014
Senin, 03 November 2014
Sukuk di Indonesia
Perkembangan Keuangan
Syariah di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak satu dekade ini. Begitu
pula di pasar keuangan, salah satu instrumen syariah di pasar keuangan adalah
sukuk. Sukuk secara bahasa berarti sertifikat / dokument sedang secara istilah
menurut AAOIFI Sharia Standards
No.17 adalah Certificates of equal value representing undivided
shares in ownership of tangible assets, usufruct and services or (in the
ownership of) the assets of particular projects or special investment activity.
Sukuk dapat dikeluarkan
oleh sebuah perusahaan atau Negara. Sukuk yang dikeluarkan oleh perusahaan
biasa disebut dengan sukuk corporation sedang sukuk yang dikeluarkan oleh
Negara biasa disebut sukuk Negara. Menurut UU nomor 19 tahun 2008 SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) atau Sukuk Negara adalah surat berharga negara
yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian
penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing.
Direktorat Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan RI
Direktorat
pembiyaan Syariah merupakan salah satu unit organisasi Eselon II di Direktorat
Jendral Pengelolaan utang yang berfungsi sebagai front office. Tugas utama DPS berdasarkan PMK 184/ PMK.01/2010
adalah merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di
bidang pembiayaan syariah berdasarkan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh
Direktur jendral.
Ceritanya habis magang he :D
Ceritanya habis magang he :D
Kamis, 28 Agustus 2014
KALAU KAU BILANG
kalau kau bilang harga BBM di negeri ini
terlalu murah dibanding negara lain
naikan saja berapa kau suka
jangan perdulikan berapa pendapatan rata-rata
rakyat indonesia dibanding negara lain
karena tidak penting diperbandingkan
kalau kau bilang mensubsidi rakyat sendiri
haram, tidak mendidik dan tidak adil
cabut saja subsidi itu kapan kau mau
mungkin benar seperti sering kau bilang
subsidi BBM hanya dinikmati para pemilik mobil
yang setiap hari frustrasi dalam kemacetan
bagimu tidak penting juga memahami mereka
yang lebih separuh pemilik mobil murahan
yang setiap bulan pening memikirkan cicilan
tapi rakyat sudah terbiasa hidup dalam penderitaan
dilatih penjajah selama ratusan tahun
sehingga penderitaan sudah menjadi hiburan
Selasa, 26 Agustus 2014
Sang Pembebas
Para pelempar batu itu kini telah menjadi para peluncur roket.
“Sekarang kami izinkan para pemukim Yahudi, terutama yang berada di sekitar Jalur Gaza untuk kembali ke rumah-rumah mereka. Itu adalah izin dari Hamas, bukan dari perdana menteri Netanyahu.”
Sahut Dr. Sami Abu Zuhri , juru bicara hamas
“Sekarang kami izinkan para pemukim Yahudi, terutama yang berada di sekitar Jalur Gaza untuk kembali ke rumah-rumah mereka. Itu adalah izin dari Hamas, bukan dari perdana menteri Netanyahu.”
Sahut Dr. Sami Abu Zuhri , juru bicara hamas
Kamis, 12 Juni 2014
Ekonomi kerakyatan Prabowo-Hatta vs Aksi Trisaka Jokowi-JK
Tergelitik untuk “ikut-ikutan”
meramaikan pesta demokrasi di Indonesia, tapi tentu mencoba untuk tidak
terjebak dalam pragmatism dukung-mendukung salah satu calon, malu sama
almamater cihuy, yah izinkanlah sebagai mahasiswa ekonomi mengkritisi paparan
visi misi dan program kedua calon dari perspektif ekonomi tentunya. Masih jauh
dari sempurna, dan belum tentu benar apa yang akan saya kritisi, tapi
setidaknya ini bukti saya mencintai negeri ini, dan saya peduli siapa yang akan
menjadi pemimpin saya setidaknya 5 tahun kedepan.
Dari berbagai sumber baik dari media
massa dan www.kpu.go.id sendiri, saya
menemukan visi dan misi kedua capres, tak akan dikritisi semua karena saya
belum punya kapasitas untuk itu, tapi setidaknya mencolok untuk mengkritisi di
bidang ekonominya, sebenernya ini sudah masuk ke program bukan lagi visi dan
misi, karena sudah mulai rinci dan spesifik apa yang akan mereka lakukan di
bidang ekonomi jika nanti terpilih memegang amanah sebagai presiden Republik
Indonesia. Berikut program dari kedua calon , dimana pasangan nomor 1 Prabowo-Hatta
mereka sebut dengan Ekonomi Kerakyatan
dan pasangan nomor 2 Jokowi-jusuf Kalla dengan sebutuan Aksti Trisaka.
Ekonomi kerakyatan versi Prabowo-Hatta:.
1. Memprioritaskan peningkatan alokasi anggaran untuk program pembangunan pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, koperasi dan UMKM, serta industri kecil dan menengah.
2. Mendorong perbankan nasional dan lembaga keuangan lainnya untuk memprioritaskan penyaluran kredit bagi petani, peternak, nelayan, buruh, pegawai, industri kecil menengah, pedagang tradisional dan pedagang kecil lainnya.
3. Mendirikan Bank Tani dan Nelayan yang secara khusus menyalurkan kredit pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil, petani, peternak, nelayan buruh, pedagang tradisional dan pedagang kecil.
4. Melindungi dan memodernisasi pasar tradisional serta mengkonsolidasi belanja negara untuk program pengembangan koperasi dan UMKM dan revitalisasi pasar tradisional.
5. Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh termasuk buruh migran (TKI/TKW).
6. Mengalokasikan dana minimal Rp 1 miliar per desa atau kelurahan setiap tahun secara langsung, dan mengimplementasikan pula UU Tentang Desa. Dana APBN yang disiapkan sebesar Rp 385 triliun selama tahun 2015 sampai 2019 bagi 75.244 desa atau kelurahan. Dana ini digunakan untuk program pembangunan pedesaan dan membangun infrastruktur untuk rakyat melalui 8 Program Desa.
1. Memprioritaskan peningkatan alokasi anggaran untuk program pembangunan pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, koperasi dan UMKM, serta industri kecil dan menengah.
2. Mendorong perbankan nasional dan lembaga keuangan lainnya untuk memprioritaskan penyaluran kredit bagi petani, peternak, nelayan, buruh, pegawai, industri kecil menengah, pedagang tradisional dan pedagang kecil lainnya.
3. Mendirikan Bank Tani dan Nelayan yang secara khusus menyalurkan kredit pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta memperbesar permodalan lembaga keuangan mikro untuk menyalurkan kredit bagi rakyat kecil, petani, peternak, nelayan buruh, pedagang tradisional dan pedagang kecil.
4. Melindungi dan memodernisasi pasar tradisional serta mengkonsolidasi belanja negara untuk program pengembangan koperasi dan UMKM dan revitalisasi pasar tradisional.
5. Melindungi dan memperjuangkan hak-hak buruh termasuk buruh migran (TKI/TKW).
6. Mengalokasikan dana minimal Rp 1 miliar per desa atau kelurahan setiap tahun secara langsung, dan mengimplementasikan pula UU Tentang Desa. Dana APBN yang disiapkan sebesar Rp 385 triliun selama tahun 2015 sampai 2019 bagi 75.244 desa atau kelurahan. Dana ini digunakan untuk program pembangunan pedesaan dan membangun infrastruktur untuk rakyat melalui 8 Program Desa.
Aksi Trisaka Jokowi JK
1. Akan melakukan Pembangunan Sumber daya manusia, dengan menerapkan
kebijakan Indonesia pintar, Indonesia kerja, Indonesia sehat, dan Indonesia
sejahtera.
2. Akan meningkatkan daya saing dan produktivitas rakyat, dengan
membangun infrastruktur, pasar tradisional dan sentra perikanan, investasi
mudah dan menarik, serta menjadikan BUMN sebagai agen pembangunan
3. Pembangunan ekonomi mandiri, dengan memperbaiki kedaulatan
pangan, kedaulatan energi, kedaulatan keuangan, serta penguatan teknologi.
Begitu garis besar dari
program ekonomi kedua calon, nah saatnya berpendapat, kalau dari sudut pandang
ekonomi konvensional kayaknya udah biasa dan gak terlalu penting lah ya, saya
coba dari sudut pandang ekonomi islam. Salah satu yang menjadi ruh dari ekonomi
islam adalah ingin menghilangkan dekapling , yaitu kesenjangan antara ekonomi
moneter dengan ekonomi di sector riil, sehingga berbicara ekonomi islam adalah
berbicara bagaimana meningkatkan ekonomi di sector riil yang sejatinya
merupakan tonggak dan fondasi khusus dalam pertumbuhan ekonomi.
Dari pemaparan diatas
saya rasa kedua calon sudah mengarahkan kepada pembangunan disektor riil , baik
dari ekonomi kerakyatan Prabowo-Hatta maupun dari Aksi trisaka Jokowi-JK ,
namun apabila ingin membandingkan dalam hal siapa yang lebih mendekati kepada
pembangunan di sector riil maka menurut saya Prabowo-Hatta mempunyai nilai
lebih daripada jokowi – Jk, kenapa? Terbukti dari pemaparan program Prabowo-Hatta
yang sudah spesifik sampai membahas dari pedagang sebagai individu, kemudian
UMKM sebagai kelompok dalam usaha mikro sampai kepada perbankan yang biasanya hanya
untuk kepentingan menengah keatas diarahkan kepada masyarakat menengah ke
bawah. Sedang dari pemaparan dari Jokowi-JK yang memulai dengan pembangunan
dari manusianya sampai kepada kedaulatan energy dan pangan masih terlalu
melebar dan belum spesifik, padahal ini sudah masuk kedalam program yang
seharusnya lebih spesifik, dan langsung bisa di implementaskan. Namun dari
paparan diatas, Jokowi-JK masih dalam taraf sebuah konsep yang belum rinci. Sebenarnya
salah satu point dari trisaka sudah mulai rinci mengarah kepada pembangunan di sector
riil seperti pembangunan infrastruktur dan pasar tradisional, namun sayang
tidak diikuti dengan 2 point lainnya yang masih dalam taraf normative, seperti ingin
melakukan Pembangunan ekonomi mandiri, dengan memperbaiki
kedaulatan pangan, kedaulatan energi, kedaulatan keuangan, serta penguatan
teknologi, tapi sederhananya kedaulatan seperti apa yang diharapkan? Kedaulatan
untuk rakyat atau untuk asing? Masih terlalu ambigu dan belum sampai ketaraf apa
yang akan dilakukan untuk mencapai hal tersebut, sehingga dari sisi kedekatan
program ekonomi ke sector riil yang merupakan ruh dari system ekonomi islam
satu point untuk Prabowo-Hatta.
eits tapi baru dari sisi ini ya, silahkan di
analisa dari sisi yang lain, sehingga dengan cara sepert ini ini kita
mengharapkan mempercepat proses demokrasi yang substansial dan tidak terjebak dalam aksi dukung mendukung
tanpa alasan yang jelas, apalagi yang mahasiswa, ehm malu sama almameter cuy
hee, sekian. Wallahua’lam.
Akulah Produk Privatisasi Pendidikan
Kini aku ingin berbicara
tentang pendidikan, yap pendidikan di Indonesia, “Luar biasa” mungkin itu yang
ingin aku katakan, pelajar yang tawuran hingga ditemukan tewas ditepi jalan
sampai yang melakukan hubungan layaknya suami istri dengan sukacita mewarnai
berita tentang potret gelap dunia pendidikan kita, belum lagi ditambah
kontroversi Ujian Nasional dan
permasalahan lain yang sederhana seperti masih banyak anak-anak keluyuran yang
tidak sekolah karena tidak punya biaya, yang pada akhirnya mengantarkan kita
kepada Human Development Index dan kemampuan penguasan iptek serta persaingan
global yang rendah dibandingkan Negara-negara lain di dunia.
Di tengah hiruk pikuk
permasalahan itu mulai bermunculan sekolah-sekolah swasta yang menawarkan
system pendidikan yang berbeda dengan sekolah-sekolah negeri pada umumnya,
tentu berawal dari kritikan terhadap system pendidikan negeri yang mengecewakan
sehingga menghasilkan orang-orang yang tidak lagi percaya menempatkan anak-anaknya
di sekolah negeri. Dan aku pun salah satu produk dari itu, yap produk dari
privatisasi pendidikan.
Tidak bermaksud menyalahkan
siapapun, sama sekali tidak, hanya mencoba menguraikan masalah yang ada
sehingga menjadi bahan diskusi untuk menyelesaikannya, karena orientasi saya
menulis adalah untuk menyelesaikan masalah, bukan hanya mengumbar masalah dan
menikmatinya. Begitulah aku menyebut diriku produk privatisasi pendidikan, aku
sekolah di Sekolah dasar Islam Terpadu atau kalau teman-teman kenal sekarang dengan
SDIT, sekolah yang menawarkan system yang tentunya menambahkan nilai islam tapi
tidak melupakan pelajaran dasar di sekolah negeri. Ku akui sekolah ini baik,
dan aku pun tentu harus bersyukur menjadi salah satu dari anak-anak yang
merupakan produk dari “SDIT” , namun mengapa aku harus sekolah di SDIT kalau
ada sekolah negeri? Kalau memang biayanya murah pun tak mengapa, tapi itu tidak
mungkin, sekolah swasta tentu relative lebih mahal karena harus membiayai
dirinya sendiri, berbeda dengan sekolah negeri, tapi lagi-lagi kenapa harus ada
sekolah ini? Kenapa harus ada SDIT dan sekolah-sekolah swasta lain baik
berideologi islam maupun agama lain di negeri ini? Ini pertanyaan yang harus
kita jawab.
Sederhananya seperti yang aku
katakan di atas, banyak orang-orang yang kecewa akan pendidikan yang diberikan
kepada Negara sehingga rela membayar mahal untuk masa depan anaknya yang lebih
baik, salahkan orang tua itu? Tentu saja itu hak mereka untuk memilih, lalu
salahkah para pembuat dan pendidik di sekolah swasta yang seakan mengambil
kesempatan dari permasalahan ini? Tidak juga bisa dikatakan seperti itu karena
justru mereka memberikan tawaran dan solusi dari permasalahan yang ada, lalu
pemerintah kah yang salah membiarkan sekolah-sekolah swasta itu bermunculan ?
tentu tidak, karena ini bukan Negara sosialis yang semua berada ditangan
pemerintah. Lalu siapakah yang salah? Oke mungkin aku berani berkata yang salah
adalah orang-orang yang diam dan membiarkan dunia pendidikan kita terus seperti
saat ini!
Aku tak ingin diam tentunya
lewat goresan ini aku menuangkan pemikiran ku, pertama secara umum aku tak
sepakat dengan adanya privatisasi pendidikan, walaupun aku produk dari itu,
tapi menurutku ada yang salah dalam hal ini. Pendidikan adalah hak setiap orang
di suatu Negara, sehingga urusan yang merupakan hajat hidup orang banyak
seperti ini adalah tugas Negara untuk melakukannya, mutlak tugas Negara, tidak
bisa ditolerir sehingga apabila dibiarkan maka tentu masuk keranah bisnis
dimana uang berbicara, untuk Negara berkembang seperti Indonesia akan sangat
merugikan dimana masih banyaknya anak-anak yang tidak dapat menempuh pendidikan
tersebut. Namun pendapat ini akan efektif jika
system pendidikan sudah established atau sudah mapan, sekali lagi,
argument saya ini akan saya pertahankan secara berdarah dan mati-matian apabila
system pendidikan di Indonesia sudah established, namun melihat kondisi
sekarang maka jelas system pendidikan kita yang belum mapan inilah yang harus
menjadi konsen utama kita.
Masuk ke system pendidikan
kita, tidak akan aku uraikan terlalu banyak, hanya beberapa potongan dari pokok
permasalahan yang sempat aku tulis dalam sebuah paper ilmiah, permasalahan
pertama dan utama adalah dikotomi pendidikan antara agama dan Negara, tercermin
dengan adanya sekolah umum dan sekolah agama atau pesantren sehingga
seolah-olah kita dibebaskan untuk memilih, mau menjadi ustadz di masjid namun
tidak faham realita sosial, atau mau menjadi seorang pengusaha , politikus
ataupun advokad tapi jauh dari nilai nilai agama. Tentu ini masalah utama yang
menyebabkan lahirnya sekolah sekolah swasta seperti Sekolah Islam terpadu untuk
agama islam dan sekolah-sekolah yang berideologi non islam yang banya saya
temukan, tapi tak bisa juga saya pungkiri, kualitas dari lulusan-lulusan
sekolah swasta ini justru yang menonjol , khususnya di sekolah yang non islam,
dimana kalau saya ikut perlombaan matematika atau sains mereka yang menguasai
mayoritas panggung pemenang itu adalah yang kulitnya putih dan sipit-sipit
kalian taulah siapa mereka, walau kadang aku sempat berada diantara mereka tapi
ini tetap menjadi hal yang menyebalkan bagiku.
Menarik membahas tentang
dikotomi pendidikan di Indonesia saat ini, dimana ini merupakan sebuah efek
dari ketegangan hubungan antara Negara dan agama di Indonesia, tapi mungkin
tidak akan masuk ke ranah itu karena sudah ada bahasan tentang hal ini yang
ditulis oleh salah satu tokok politik di negeri ini. Tapi inilah yang terjadi
sehingga munculnya privatisasi tadi, sehingga kedepan masalah ini harus segera
di selesaikan, pasca reformasi Negara ini menemukan bentuk ideal hubungan
antara Negara dan agama, tidak ada lagi ketegangan disana, panggung legislative
menjadi tempat peperangan yang di halalkan saat ini, maka tinggal membuat
undang-undang terkait hal ini dan memperjuangkannya di panggung legislative, sehingga
kedepan , pendidikan di Indonesia semakin menuju kearah yang lebih baik, salah
satu yang utamanya menghilangkan dikotomi pendidikan yang ada seperti saat ini,
ah aku menantikan saat itu tiba, saat Indonesia memimpin peradaban dunia dengan
manusianya yang berwawasan namun tetap berakhlak mulia. J
Kebutuhan Sang Manusia
Asfahani berpendapat bahwa
kebutuhan manusia terdiri dari kebutuhan fisiologis dan spiritual, dimana
kebutuhan fisiologis adalah seperti kebutuhan akan makanan, pakaian dan tempat
tinggal yg merupakan kebutuhan pokok manusia seperti yg umum kita kenal dengan
kebutuhan primer, namun di dalam kebutuhan fisiologis ini sang ulama juga
menambahkan bahwa pernikahan merupakan bagian dari ini, sehingga dapat disimpulkan
bahwa pernikahan merupakan kebutuhan primer setiap manusia sama pentingnya
seperti kebutuhan primer lainnya. lalu yg dimaksud dengan kebutuhan spritual Asfahani berpendapat bahwa manusia membutuhkan ilmu pengetahuan dan kebutuhan yg
bersifat ketuhanan , atau kebutuhan untuk dekat kepada tuhannya, yaitu Allah
S.W.T dalam konteks kita sebagai muslim tentunya.
Dari pendapat ulama di atas ada
hal yg menarik menurut saya, seperti mengapa pernikahan oleh Asfahani disamakan
dengan kebutuhan primer? sampai benarkah seseorang membutukan kemampuan spiritual?
Bukankah nyatanya ada orang-orang yg tidak bertuhan atau beragama hanya sebatas
identitas tapi hidupnya nyaman-nyaman saja bahkan tak sedikit yg hidupnya sejahtera,
mengapa seperti itu? Apakah Asfahani salah mendeskripsikan kebutuhan manusia yg
memang beragam macamnya di dunia ini?
Sebelumnya kita kesampingkan
pengertian fisiologi dan spiritual secara tekstual, Dalam pandangan saya, Asfahani memapakarkan kebutuhan manusia dengan baik, namun apabila ada hal2 yg tidak
sesuai dengan diatas maka pasti ada yg salah dengan manusianya. Kita coba
analisis perlahan apa yg dikatakan Asfahani terkait kebutuhan manusia, dari
kebutuhan fisiologis berupa makanan, apakah ada yg di dunia ini tidak butuh
makan? Saya rasa semua butuh, apabila tidak maka itu tidak masuk kedalam jenis
manusia yg kita kenal dan di paparkan oleh Asfahani, lalu pakaian dan tempat
tinggal? Saya rasa sama dengan makanan tadi, lalu beranjak ke pernikahan?
Apakah semua butuh pernikahan? Manusia normal tentu membutuhkan ini, untuk
dirinya dan juga untuk keberlangsungan umat manusia, hanya waktu dan kondisi
munculnya kebutuhan ini yg berbeda dan tidak sama, ada yg cepat ada yg lambat. Terkait
dengan kosa kata “pernikahan” itu merupakan sebuah ungkapan dalam islam yang
indah, kita tidak perlu berdebat dengan ini, karena pada dasarnya kebutuhan
yang dimaksud disini adalah kebutuhan untuk berhubungan dengan lawan jenis,
apabila kebutuhan ini tidak dirasakan atau objeknya berubah maka sudah tentu
kita akan golongkan kepada seseorang yang mempunyai kelainan dan lagi-lagi
berarti ada yang salah dengan manusia tersebut.
Sampai disini tidak ada
masalah, lalu ketika berbicara kebutuhan spritual, apakah semua manusia butuh
ilmu pengetahuan atw sekarang yg kita kenal dengan pendidikan ? Tentu butuh
tapi dalam kondisi yang ideal, bagaimana yg saya maksud dalam keadaan ideal? Yaitu
seseorang yg telah menyelesaikan kebutuhan fisiologisnya, sehingga selanjutnya dia
akan mencari utk memenuhi kebutuhan spritualnya.
Sederhananya begini, seseorang
yg sudah punya makanan, rumah dan pakaian tentu akan lebih leluasa dalam
menggapai pendidikan yg layak untuk dirinya, sehingga tak heran kalau kita
melihat banyak anak2 yg tidak sekolah karena pada dasarnya kebutuhannya akan
makanan, rumah atau pakaian belum terselesaikan, sederhananya lagi bagaimana
mau sekolah sedangkan utk makan esok saja belum jelas? Lebih baik saya mengamen
sehingga esok hari masih bisa bertahan hidup, begitulah didalam alam bawah
sadar mereka yg tinggal di jalanan. Sehingga apabila kebutuhan fisiologisnya
saja belum terpenuhi maka akan sangat jauh untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya.
Yang menarik adalah mengapa Asfahani meletakkan kebutuhan akan pernikahan sama dengan kebutuhan primer
lainnya? di atas saya berkata bahwa
kebutuhan spiritual akan timbul ketika kebutuhan fisiologis terpenuhi, sehingga
ketika kita sudah memenuhi kebutuhan sandang pangan dan papan pada dasarnya
kebutuhan kita selanjutnya adalah pernikahan sebelum ilmu pengetahuan, apabila
merujuk kepada urutan dari yang ashafani utarakan, Lalu Bukankah sebagian dari
kita masih mengenyam pendidikan ketika belum menikah? yap saya pun seperti itu,
tapi ketahuilah, bahwa pendidikan yg kita emban sekarang tidak sepenuhnya adalah
untuk memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan yg dimaksudkan Asfahani di atas,
banyak dari kita yang saya yakin paradigmanya dlm menuntut ilmu adalah agar
saya bisa bekerja atau bisa mendirikan usaha agar saya bisa melanjutkan hidup,
dan sebagian besar orang tua pun menyekolahkan kita atas dasar itu, agar kita
bisa hidup mandiri, dan ini bukankah kebutuhan ilmu pengetahuan yg di jelaskan Asfahani.
Semisal saya seorang yg insya
Allah akan menjadi ekonom, kuliah saya tujuannya bukanlah dengan ilmu ini saya
bisa melanjutkan hidup, ilmu saya sesungguhnya bukanlah untuk modal mencari kerja
atw menciptakan pekerjaan dengan membuat perusahaan nantinya, itu hanya
sebagian kecil dari substansi ilmu pengetahuan, tapi ilmu ekonomi yang saya
punya pada dasarnya adalah untuk menciptkan sebuah kehidupan yang semakin
mendekatkan diri kepada yang mempunyai jagat raya ini. Dengan ilmu pengetahuan
kita dapat menciptakan sebuah peradaban dan kehidupan untuk seluruh umat manusia
yang lebih baik di masa depan. Karena apabila tujuan saya hanya untuk mencari
kehidupan untuk diri saya sendiri maka ilmu pengetahuan hanya akan menjadi
kebutuhan fisiologis sebelum pernikahan. Namun karena substansi dari ilmu
pengetahuan adalah untuk peradaban yang lebih baik maka Asfahani meletakkannya
setelah kebutuhan pernikahan terpenuhi, barulah pada saatnya semua ini berakhir
kedalam kebutuhan untuk mendekatkan diri kepada Allah, karena kita telah
selesai dengan urusan pribadi kita, telah selesai dengan tanggung jawab kita
sebagai khalifah di bumi untuk menciptakan peradaban yang baik, maka
selanjutnya fokuslah untuk menggapai kehidupan akhirat mu. Begitu pesan yang
saya tangkap dari sang ulama ini.
Sehingga selanjutnya adalah di
bagian manakah kebutuhan kita saat ini? Apabila telah selesai dengan kebutuhan
yang satu maka berarilah ke kebutuhan yang lainnya agar pada akhirnya kebutuhan
kita hanya tersisia kepada kebutuhan untuk mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.
Wallahua’lam J
Senin, 26 Mei 2014
Politik, off the record yaa..
“Ketika Islam beribadah maka
akan dibiarkan, ketika islam berekonomi maka akan diawasi, ketika islam
berpolitik maka akan di hancurkan sampai keakar-akarnya”, begitu kata Mohammad
Natsir.
Politik? Yaa sekali-kali
menulis politik boleh lah ya, walaupun kayaknya banyak yang tak suka politik, banyak
yang bilang politik itu keji dan kotor, sampai orang-orang yang kerjaannya
memaki-maki politik dengan system serta semua dinamikanya seolah-olah tau luar
dalam padahal mungkin tau kulitnya saja tidak, yah selamat anda telah termakan
tipuan-tipuan sang politikus kotor sehingga anda tidak akan tertarik kepada
politik jadi dia kekurangan saingan deh , tapi ya sudahlah. Saat ini hanya ingin
membagi pandangan ku terhadap politik, semoga menarik.
Politik bagiku tak ubahnya seperti
ilmu pengetahuan yang lain, seperti ekonomi, hokum, sampai ilmu fiqh dan
ilmu-ilmu lainnya. Mereka suci, mereka bersih, mereka ada untuk menunjang
peradaban dan kehidupan umat manusia di dunia, tanpa perkembangan semua ilmu itu
maka tidak berkembang juga kualitas kehidupan kita, benar kalau ada orang
didalamnya yang keji dan kotor, benar kalau ada orang yang menguasai ilmu-ilmu
itu digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga seolah-olah kita tak sadar
membenci ilmu-ilmu yang suci itu, sesederhana itu kesalahanfahaman sebagian
besar orang-orang yang memaki-maki politik menurutku.
Tapi tidak bisa dipungkiri, ada
sedikit yang berbeda dalam ilmu ini, “Fatih, ini off the record yaa” , kata
sang jendral kepadaku, begitu kerap kali kalimat yang kutemui ketika dalam
proses pembelajaran ilmu ini, tak semua hal orang perlu tau, tak semua hal
perlu dikatakan, apa yang terucap di mulut memang kadang berbeda dengan yang di
hati, tidak berarti bohong walau kadang kebohongan itu tetap dilakukan sebagian
orang, hah tidak sesederhana itu, ini semua hanya seni, sehingga bagi kalian
yang tak biasa hanya akan menjadi penonton dan terdiam, tapi begitulah politik,
seni untuk mencapai suatu tujuan dan kepentingan. Tapi catat, tujuannya adalah
selalu mulia, selalu mulia, politik yang identic dengan kekuasaan adalah dalam
rangka untuk mengatur hajat hidup orang banyak untuk menjadi lebih baik, itulah
tujuan utama kita berpolitik, mulia bukan? Justru kalau mau fair aku bisa
mengatakan berbeda dengan ilmu ekonomi yang aku kuasai, ilmu ekonomi diawali
dengan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang tercermin dalam
selalu dimulainya mikro sebelum belajar makro, dalam sudut pandang ini individual
sekali bukan?
Tapi politik dimulai dengan
tujuannya yang mulia, namun jalan menuju kekuasaan itu crowded kawan, macet,
penuh, sehingga orang-orang yang berniat baik tadi harus bersaing untuk menuju
singgasana tersebut, dalam proses menuju singgasana inilah orang-orang yang
mulai tak sabar akan menjadi sang pecundang yang melupakan tujuan awalnya tadi
sehingga menghalalkan semua cara, orang-orang ini biasa kita sebut dengan
orang-orang yang pragmatis, namun tidak jarang juga orang-orang yang tak
sanggup bertahan dalam persaingan itu mundur mengakui kekalahannya sambil
memaki-maki dari luar medan perang, sehingga biasa kita sebut dengan
orang-orang idealis, setidaknya mereka merasa seperti itu.
Karena itu menurutku
keseimbangan dan integrasi sangat diperlukan disini, yap jadilah seseorang yang
idealis namun tetap menikmati proses yang ada, sehingga kau akan menguasai seni
berpolitik, yang terpenting adalah ingat tujuan mulia kita dalam berpolitik,
mengatur hajat hidup orang banyak, sehingga ini adalah tugas mulia yang harus
kita rebut, namun perkataan M. Natsir diatas tentu menunjukkan bahwa musuh kita
nyata, bahwa dunia tau, kepemimpinan islam akan menghancurkan barat dengan
hegemoninya, karena itu mereka selalu berusaha menghancurkan kita, ssst ini of
the record yaa hee, okelah mungkin cukup dulu, lain kali mungkin menarik
membahas demokrasi atau prabowo dan jokowi? J
Sabtu, 24 Mei 2014
Cinta, Kata ini yang sempat hilang!
Bismillahirrohmanirrohim
Lama
rasanya tak bercerita, sudah terlalu lama diri ini disibukkan dengan
aktivitas-aktivitas di luar sana sehingga membuatku jauh dari ini, ya jauh dari
goresan tinta sejarah yang ingin aku hidupkan kembali, tiada maksud lain hanya
ingin berbagi bahwa dunia ini tak sesederhana yang kalian bayangkan, lahir
hidup mencari makan lalu berakhir di liang lahat, tidak, tidak hanya itu, ada
banyak hal yang membuat dunia ini ada dan menarik, ada banyak tugas-tugas bumi
dan langit yang harus kita emban, dan itu akan kembali coba kuuraikan lewat
tulisan dan goresan-goresan yang entah sampai kapan habisnya.
Hari
ini tepat dua hari sebelum aku melepaskan jabatanku sebagai presiden mahasiswa
di kampusku, posisi ini mengantarkanku kepada sebuah tempat dan wadah yang
membuatku semakin mengerti akan arti sebuah kehidupan. Posisi ini membuatku
bertemu dengan bermacam-macam orang, dari orang-orang yang mempunyai sifat
pengabdian dan ketulusan, sampai kepada orang-orang yang tak punya nilai-nilai
kehidupan, pengemis yang hanya ingin meminta posisi, pendendam yang tidak
pernah bisa menerima jalan takdir illahi, sampai kepada pecundang yang hanya
tau akan kepentingan pribadi. Yah semua itu terekam di kepala ini, raut wajah kalian
satu persatu, tidak akan pernah lupa, dan akan selalu ku kenang sebagai salah
satu proses pendewasaan diri ini menuju pengabdian yang kekal abadi.
Dua
hari menjelang aku akan mempertanggung jawabkan kepemimpinan ku selama ini,
tentu hanya di dunia, belum di akhirat, aku tak tau apa yang akan terjadi
nanti, apakah Lembar pertanggung jawabanku akan ditolak atau diterima, itu yang
biasanya menghinggapi fikiran orang-orang sepertiku, tentu aku ingin semuanya
lancar, tidak seperti presiden Habibie yang sangat kuhormati, kepandaiannya di
bidang ilmu pengetahuan mungkin belum bisa mengantarkannya kepada sang
politikus yang abadi, sehingga Lembar pertanggung jawabannya ditolak dan itulah
yang tercatat dalam sejarah. Tidak, sama sekali tidak berniat untuk mengkritisi
ataupun mencela habibie, karna saya tahu dari sekian kepemimpinan di negeri ini
habibie lah yang paling banyak menerapkan nilai-nilai islam dalam
kepemimpinannya, dan itu juga mungkin yang membuat lembar pertanggung
jawabannya ditolak, tapi apalah daya sejarah sudah mencatat seperti itu.
Namun
disaat saat waktu luangku saat ini, dibuktikan dengan adanya waktu untuk diri
ini kembali membuat goresan sebuah sejarah hidup, aku menemukan sesuatu dalam
perenunganku, karena merenung akan membuatmu dapat menyerap energy dan
ketenangan akan membuatmu menyimpan energy dan memberi adalah caramu
menyalurkan energy, begitu sebuah buku yang kubaca mengatakan tentang proses
perenungan, dan aku mulai bertanya apa yang kurang dalam kepemimpinan ku selama
ini?
Aku tak
ingin mengatakan refrensi utama pemikiran ku saat ini, karena kalian tidak
perlu mengetahuinya, dan aku juga tidak perlu mencantumkannya karena ini
bukanlah tulisan ilmiah, berbeda dengan tulisan-tulisan dan paper-paper ilmiah
ku yang kutulis untuk memenuhi kewajibanku sebagai mahasiswa sampai kepada
paper-paper iseng yang kutulis untuk mencari tambahan uang jajan, namun aku
menemukan sebuah hal yag hilang, mungkin tidak hilang, hanya belum bisa aku keluarkan
secara maksimal, “Cinta” , yah kata
ini yang sempat hilang, kata inilah yang muncul dari sebuah perenungan dan
pemikiranku saat ini.
Jangan
menggangguku dengan persepsi kalian tentang cinta, karena bagiku ini tidak
sesederhanya yang kalian fikirkan, jangan menggodaku dengan persepsi kalian
tentang cinta seseorang yang sedang memadukasih di seberang jalan sana, tidak,
ini lebih dari itu, karena cinta adalah tentang komitmen dan sebuah konskwensi
untuk terus memberi tanpa henti. Seperti matahari yang terus memberikan
sinarnya kepada bumi walaupun seluruh penduduk bumi tak banyak yang bersyukur,
seperti kisah cinta Rasulullah S.A.W yang memberikan semuanya kepada umat nya
hingga akhir hayat, sampai kepada kisah cinta Ali bin abi thalib kepada Fatimah
hingga akhir hayat.
Mereka
semua pemberi , karena hakikat cinta adalah selalu memberi, dan karena itu pula
sayap-sayap cinta itu tak akan pernah patah, “Apabila ada cinta di hati yang
satu, pastilah ada cinta dihati yang lain” begitu kata Rumi. Rumi benar, tapi
hanya ada orang-orang yang salah mengartikannya, sehingga menghasilkan
orang-orang yang patut kita kasihani. Ketika kita memutuskan untuk mencintai
apapun itu, maka sang pecinta sejati tak akan pernah kecewa, karena ketika
objek yang dicintainya tak menerima cintanya maka itu berarti dia hanya
kehilangan kesempatan memberi, tidak kurang dan tidak lebih, ini hanya masalah
waktu sampai sang pecinta sejati menemukan objek yang tepat untuk menyalurkan
semua energy cinta yang dia punya.
Begitu juga
denganku, tapi ini bukan tentang seseorang, mungkin lain kali akan kugoreskan
tentang itu, tapi ini tentang kepemimpinanku, setahun belakangan ini tentu penuh
liku, dan rasa yang sama yang pasti akan dirasakan setiap pemimpin, aku sadar
dibalik orang-orang yang mendukungku, tidak sedikit juga yang tidak
mengharapkan kehadiranku disini, itu memang keniscayaan, tak ada pemimpin yang
tidak mempunyai musuh, begitu sebuha filosofi yang pernah kubaca. “Jangan tanyakan
apa yang Negara berikan kepadamu tapi apa yang telah kau berikan kepada
negaramu” begitu juga tradisi kepemimpinan dalam Amerika Serikat, sehingga aku
bisa saja berdalih bahwa aku sangat tidak peduli dengan kebencian kalian, justru
kalianlah yang harus sadar, apa yang telah kalian berikan untuk kampus ini,
apakah lebih baik dari yang kuberikan untuk kalian dan untuk kampus ini? Namun dari
tradisi nubuwwah kita, aku menemukan sesuatu yang lain, sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Muslim, “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai
dan mereka mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka mendoakan
kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci dan mereka
membenci kalian, yang kalian laknat dan mereka melaknat kalian.”
Ah
indah sekali bukan? Sehingga kini aku tersadar bahwa aku merasa memang kurang
dan belum mencintai kalian semua, mungkin aku mencintai sebagian tapi belum
sebagian lainnya, aku terlalu egois untuk duduk bersama kalian karena aku
merasa ada urusan lain yang lebih penting, namun kini aku juga tersadar bahwa
inilah yang mengganggu kerja-kerja besarku selama ini, hal-hal yang disangka
remeh ternyata mempunyai efek yang besar. melalui goresan ini aku ingin
mengucapkan maaf kepada kalian semua yang belum keberikan rasa Cinta dan
pengabdianku secara maksimal . Cinta , yah kata ini yang sempat hilang, dan aku
tidak mengatakan ini terlambat, mungkin aku belum bisa memberikannya sekarang,
tapi aku berjanji untuk terus belajar menjadi pecinta sejati, bukan hanya untuk
seseorang atau kampus ini, tapi juga untuk negeri ini , agar negeri ini dapat
kita ubah bersama menjadi sepenggal firdaus yang akan memimpin peradaban dunia
suatu saat nanti, Insya Allah J
Sabtu, 05 Mei 2012
Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%
Penerbit : Pustaka Pohon Bodhi (Oktober 2007)
Terjemahan dari artikel : Larry Hannigan
sebuah dongeng sebelum memulai...
Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%
Fabian
sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat
besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang
impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas,
mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin
tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian
menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana
barunya siap untuk dimulai.
Selama
puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter.
Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang
mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk
tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan
kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.
Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.

Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.
Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.

INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.
Selama
puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter.
Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang
mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk
tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan
kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.

Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.
Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.

INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.
Jumat, 04 Mei 2012
Serumpun Tapi Tak Sama
(Catatan Perjalanan bag 2 ^^ )
“Kita berperang untuk kita, namun kita akan
menggunakan akses dana Negara lain untuk membiayainya” – Meshulam Nahari (
Menteri Perekonomian Israel)
“Hancurkan kaum yahudi ya Allah sebagaimana
engkau menghancurkan mereka dulunya di Benteng khaibar” - Abu Sulaiman
(panglima hamas)
“Bergembiralah untuk syahid, wahai jiwa.
Karena engkau akan dikaruniakan tubuh yang baru di hadapan rabbmu.” - Hasan (
wakil pimpinan pasukan hijau)
“Hari ini mereka telah merasakan sedikit
ketakutan, seperti ketakutan yang mereka berikan kepada anak-anak, ibu-ibu dan
saudara-saudara kita.” – Ismail Haniyah ( Perdana mentri otoritas Palestina)
Begitulah
sedikit cuplikan dari sebuah novel berjudul “The Gate of Heaven” karangan R.H.
Fitriadi. Walaupun ini sebuah novel namun kisah ini didasari dari fakta akurat
dan perkembangan harian di gaza. Lokasi tempat dan situasi kejadian seratus
persen nyata. Sebagian nama pelaku benar adanya, dan tulisan ini juga mengarah
kepada suatu kebenaran yang paling nyata. Terlepas kita mau percaya atau tidak,
terlepas apabila sebagai anak ekonomi saya akan mengatakan bahwa ini hanya
sebuah pernyataan agar membuat novel ini laku, seperti halnya apabila kalian
juga telah membaca buku-buku karya Zaynur Ridwan, salah satunya berjudul Novus
Ordo seclorum ( Tatanan Dunia Baru) yang bercerita ttg berbagai konspirasi
yahudi, dibuat menjadi sebuah novel agar lebih menarik, buku yang bahkan
membuat kita merasa tak ada tempat lagi dibumi ini yang tidak terjamah oleh
mereka, hingga tujuan akhirnya adalah membuat dunia baru di bawah kekuasaan
mereka. Kita bisa percaya atau tidak, namun saya rasa hal-hal seperti ini perlu
untuk kita ketahui kawan, karena apa? Tak lain adalah mereka adalah salah satu
musuh utama kita sebagai umat islam, bagaimana mungkin kita akan berperang
kalau kita tidak mengetahui kekuatan lawan? Dalam permain catur itu, yang
paling hebat merancang strategi belum tentu dialah yang menang, namun siapa
yang bisa membaca pergerakan lawan, lalu dapat meredamnya sudah bisa di
pastikan dia tidak akan kalah. Mengerti maksudku? Jangan terlalu focus kepada
kekuatan kita, pelajari juga kekuatan lawan, yah begitulah. Atau anda bukan
orang muslim? Wah berarti tulisan ini bukan untuk mu kawan ;)
“hey
tih, kepalamu gak pusing”
“
loh kenapa pusing? Buku ini gak seberat buku-buku fisika dasar kok”
“gak
makudnya bisa-bisanya disaat seperti ini baca buku.”
“lah terserah ane
dong, yang jelas kan gak ada larangan baca, yang ada kan hanya larangan
mengaktifkan hp dan apalah itu. Week “
“yah
terserah mulah” . sahut kawan ku kesal
Diatas
ketinggan puluhan ribu kaki dari dasar laut, diatas sebuah burung besi raksasa,
di dalam pejalanan menuju negeri seberang, disinilah saya sekarang. Sedang
menikmati penerbangan
Indonesia-malaysia, rasa kantuk yang tak kunjung datang memaksa ku untuk
membuka sebuah novel tentang perjuangan saudara kita di palestina. Hanya
sekadar mengisi waktu dan saya menikmati itu. Setelah jantung ini dibuat
sedikit deg-degan ketika melakukan perjalanan dari bogor menuju bandara,
ditengah-tengah pertanyaan “apakah saya jadi berangkat?, apakah saya akan
ditinggal, dan bla bla, akhirnya begitulah semua berakhir gembira hho.
Kamis, 19 April 2012
SYADDU RIHAL ILAL AQSHA
Perjalanan Menuju Pembebasan Masjid Al Aqsha
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Semuanya bermula
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Tanah para syuhada
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Kemenangan kan nyata
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Palestina merdeka
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Tanah para syuhada
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Kemenangan kan nyata
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Palestina merdeka
Bersorak,
bernyani, meloncat, sambil bertakbir dan
dengan suara lantang meneriakkan,
“Satu kata untuk palestina,
BEBASKAN”
“Dua kata untuk palestina,
BEBASKAN PALESTINA”
“Tiga kata untuk Palestina ,BEBASKAN
PALESTINA ALLAHUAKBAR”
Begitulah kira-kira semaraknya acara
penggalangan dana sekaligus pelepasan relawan berjumlah sekitar 8 orang ke
palestina, bersama kurang lebih 8 orang teman-teman ku kami datang dari bogor
untuk ikut andil dalam acara didepok itu.
Izzatul
islam, Arruhul jadid, dan beberapa grup nasyid lain ikut meramaikan acara
tersebut, namun minus satu, sohaaaaaaaaaar gak adaaaaaaaa , yap minus shoutul
harokah, sibuk kali ya, andaikan ada wuiiih lengkap sudah , namun apalah daya
Allah berkehendak mereka tak datang, namun izzis dan arruhul jadid pun rasanya
sudah cukup membuatku dan teman-teman ku berkeringat karena loncat sana sini
hahay mantep dah
Tau siapa
orang tua disamping? Bukan , bukan kakek kakek nyasar , enak aja hha, beliau
adalah taufik ismail bro, bersama dengan seorang pemuda dari palestin sedang
membacakan puisi, udah tua namun semangat jihadnya luar biasa, salah satu yang
dikirim ke palestina juga lo Senin, 16 April 2012
Jenis-Jenis serta Dampak Negatif RIBA
-->
Terdapat
beberapa jenis jenis Riba, yang Insya Allah akan coba saya bahas disini,
1. Riba
Al-Fadhl
- Riba ini muncul karena adanya pertukaran
dua barang sejenis dengan kelebihan/tambahan pada salah satunya.
- Diskusi tentang riba al-fadhl
muncul dalam hadis ketika emas, perak, gandum, roti, kurma dan garam
ditukar di antara barang tersebut harus dilakukan saat itu juga serta
harus sama dan sejenis.
2. Riba An-Nasi’ah
- Berasal dari kata nasa’a yang
berarti menunda atau menunggu.
- Riba
Nasi’ah adalah riba yang timbul karena adanya tambahan dari nilai premium
yang diperjanjikan karena terjadi penangguhan dalam pembayaran yang
diperjanjikan sebelumnya.
- Riba ini merupakan tambahan
atas pinjaman.
Namun terdapat sedikit perbedaan
pendapat, yah disini perlu saya jelaskan perbedaan dalam fiqh muamalah itu
sering terjadi tapi Insya Allah semuanya berasal dari sumber yang sama yaitu
Al-Quran dan Al Sunnah.
Ada juga yang membagi RIBA
menjadi 2 garis besar dulu baru kemudian di jelaskan lebih rinci lagi agar
lebih, misalkan saja yang terdapat dalam buku “Bank Syariah dari teori Ke
praktik” karya DR.M.Syafii antonio, beliau membagi RIBA menjadi
Ø
Riba utang piutang, terdiri dari :
•
Riba qardh: suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu
yang disyaratkan terhadap yang berhutang, contohnya Bunga.
•
Riba Jahiliyah : utang
dibayar lebih dari pokoknya karena si peminjam tidak mampu membayar utangnya
pada waktu yang ditetapkan.
Di Balik Sudut Kecil Kota Jakarta
Magrib yang kelam di kota bogor,
kota yang disebut kota hujan ini benar benar kota hujan, setelah hampir
seharian mendung, sang awan menumpahkan juga isi perutnya ketika azan magrib
berkumandang. Deras, deras sekali sampai sampai dapat membuat alasan untuk
tidak shalat kemasjid namun tetap saya lakukan, menerjang badai dan hujan untuk
berjalan menuju masjid , ya iyalah orang jarak kamar ke masjid hanya beberapa
langkah hehe, namun satu yang kufikirkan jadikah aku pergi malam ini? Menghapus
lelah dan penat sejenak kehidupan keras di asrama dengan bermain main kerumah
seorang teman liqo di jakarta. Setelah shalat isya akhirnya kami putuskan untuk
tetap pergi karena nampaknya hujan sudah mulai berganti dengan gerimis. Setelah
sedikit beres beres, kami berangkat menuju stasiun, lalu naik kereta menuju
keramat jati, jakarta timur, (kalau gak salah). Sampai di stasiun keramat jati
kami naik angkot 2 kali lalu sampailah kami di rumah saudara saya itu.
sederhana, tak terlalu besar, sedikit
berantakan, kertas disana sini, bahkan
terkesan sempit karena banyak barang-barang , waduh jujur amat yak , tapi ada
perasaan aneh yang saya rasakan ketika memasuki rumah tersebut, sebuah
kerinduan yang ntah datang darimana, pikirian saya melayang jauh menuju
pelabuhan merak lalu menyebrangi selat sunda hingga sampai di pelabuhan
bakauheni di lampung, terus berjalan hingga melewati palembang terus mencapai
daerah jambi lalu naik ke gunung kerinci terus turun lagi, bermain main di kebun
tehnya, sungguh tak jelas mw kemana,
belum belum, fikiran saya terus ke ibukota sumatera barat, masuk kota
padang sampai di sebuah perumahan bernama belimbing, Jeruk 3 nomor 6, memasuki
rumah yang sederhana , perkarangannya, dindingnya sampai bau tanah tempat saya
sering bermain kelereng pun rasanya masih jelas terbayang, rumah tempat aku
menghabiskan masa kecil ku selama kurang lebih 5 tahun, indah ,tenang dan damai
begitulah yang kuingat dari rumah ku itu dulu.
“Eh tih, itu kue nya di makan,” kata kawan
ku itu sambil menyodorkan sepiring berisi kue2 kecil. “yoi , makasih makasih,
gak usah repot-repot, yang ada keluarin aja semua,” jawabku dengan penuh
percaya diri haha. Pandangan ku kembali menyapu ke seluruh ruangan, berantakan
tapi damai, rasanya seperti kembali kemasa-masa itu, sungguh kerinduan yang
tiba2 menusuk. Lalu melihat adik-adiknya yang masih kecil , gemes dah, dan
akhirnya pandangan ku tertuju ke sebuah kertas iklan, yah kurang lebih seperti
brosur gtulah, ketika ku baca judulnya sangat menarik, mau tau ya? Gak mau? Ya
udah siapa juga yang peduli haha.
“Hidayat-Didik, Ayo bereskan jakarta”
begitulah, sebentar lagi pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI JAKARTA. Aku
baca brosur ttg riwayat pendidikan dan organisasi ke2 orang tersebut, menarik
dan sedikit menyita perhatianku, setelah selesai membolak-balik brosurnya
kututup dengan berdoa untuk kemenangan pak hidayat ini, semoga pak hidayat
menang dan partainya berkuasa sehingga islam kembali berjaya di negeri ini
amin. Malah kampanye –‘ haha bodo amat, terserah saya dong, lalu penasaran aku bertanya, “orang tua antum
mana?” , “belum pulang, lagi rapat kayaknya” , jawabnya. mendegar itu aku
langsung tersenyum, kayak abi buanget,
malem2 belum pulang, rapat teruuus, gak sudah sudah memikirkan umat haha. Lalu
tak lama kemudian orang tuanya pulang, dan tak selang beberapa menit sudah
keluar lagi, oalah sibuk amat ni orang, pikirku, padahal jam sudah menunjukkan
pukul setengah sebelas malam, penasaran aku keluar dan ternyata apa yang sedang
beliau lakukan? Sedang menempel sebuah poster “Hidayat-Didik” ternyata, wah
timses nih kayaknya hahay. Hingga akhirnya kawan saya tersebut berkata,
“eh tih yuk kita jalan , udah malem nih.”
“yang bilang siang siapa? –‘ , emang kita
mau jalan kemana malem2 gini?” tanyaku
“ke Kalibata, kita tidur disana aja, gak
enak disini, agak sempit dan lagi pada sibuk kayaknya.”
“loh , kenapa? Ane suka kok disni.”
“ya gak papa kita kesana aja .”
“woke ane ikut antum aja lah”
“sip lah.”
Lalu menaiki motor sederhananya kami
bertolak dari keramat jati menuju kalibata, berasama adek kecilnya yg bernama
ibrahim, biasa di panggil aim, yah biasa panggilan imut seorang anak yang belum
genap berumur 3 tahun itu. Saya penasaran apakah ketika umurnya sudah mencapai
40 tahun masih di panggil aim haha. Sejenak saya tinggalkan keluarga aktivis ,
wih aktivis, keren bener yak bahasanya, begitulah. Lalu sampailah kami di
daerah kalibata, memasuki sebuah perumahan, dan saya membaca tulisan di
gerbangnya, karena sudah gelap dan mata saya sedikit mengantuk kayaknya saya
salah baca atau apa, kalau gak salah tulisannya seperti ini ,
“RUMAH JABATAN ANGGOTA DPR-RI KALIBIATA
JAKARTA”
???
ha serius nih? Ah kayaknya kawan saya ini salah masuk perumahan, atau memang
mata ini minusnya semakin parah kali ya, tak taulah, dan akhirnya kami memasuki
sebuah rumah , 2 tingkat , 4 kamar atau mungkin 5 lengkap dengan kasur empuk
atw biasa di sebut springbed ya, 3 atau
4 kamar mandinya ya, ( maaf gak tau jelas, rumah orang uy haha) ruang tamu,
ruang tengah, dapur , garasi dan ruangan2 kosong ntah apa gunanya kyknya sih
untuk kantor atau ruang kerja, dan ada lagi ruangan untuk pembantu kayaknya di
bagian dekat atap, yah gak gede dan mewah mewah amat sih, cuman mewah banget
haha, pokonya jauh dari rumah yang sebelumnya,
tapi teng nong sepi luar biasa, disana cman tinggal seorang anak sma
kelas 1 bernama hafid yang kyknya di tugasi untuk menjaga rumah tersebut,
hampa, begitulah pandangan pertama ketika saya memasuki rumah tersebut.
“ Kita nginap disini?” tanyaku
“ yap, disini lebih luas”. Jawabnya
“hm yah luas sih, tapi..”
“kenapa ? ada yg aneh?”
“ gak gak, emang ini rumah antum?” ,
Sungguh pertanyaan yang benar-benar tolol , udah jelas tulisannya rumah
jabatan, ya jelas rumah dinas milik pemerintah --‘
“ya bukanlah, “
“Jadi orang tua antum anggota DPR?”
“Bukan – bukan, ada saudara aja, jadi
rumahnya jarang dipakai, kalau ada tamu-tamu aja biasa di pakai”
“ooh gitu,” kata ku seolah tak
terlalu peduli.
Tak
ingin rasanya bertanya lebih lanjut masalah pribadinya, cukuplah aku tau malam
ini akan menginap di rumah mewah. Ini mah rasanya bukan jadi kayak nginep di
rumah kawan, tapi kayak pindah ke hotel, gak seru ah batinku.
“Eh tau gini kemaren pas ke jakarta ama
anak-anak mau ke IBF , malemnya mending kami kesini aja ya?” aku memulai
perbincangan lagi .
“ Loh emang kalian gak jadi ke
mesjid BI?”
“apaan, di kunci uy, kami agak kemaleman
datangnya, heran ntah kenapa mesjidnya gak 24 jam, mungkin orang BI nyimpen
duit jga di mesjid kali ya haha, akhirnya kami kerumah arif di bekasi” kataku
“Jadi mabitnya gak jadi?”
“Yah gtu dah,tapi Insya Allah niatnya udah,
ttp dpt pahala lah hehe.”
“Yah kalian gak ngomong sih, ane waktu itu
pas lagi ngumpul ama keluarga besar jadi gak bisa ikut.”
“Ya udahlah mw diapakan”
Begitulah, lain waktu saya pernah bersama
sekitar 11 orang anak2 liqo juga pernah maen ke jakarta untuk mencari buku atau
tepatnya menghabiskan uang, yang penting jelas dari pada menghabiskan uang
untuk orang orang yang tak jelas mending beli buku, yang tersinggung
tersinggunglah, karena sesungguhnya saya benar benar tak peduli haha, sempat
terlantar malam harinya di jakarta karena tak ada penginapan, seru abiis tapi bukan
waktunya membicarakan itu sekarang, kapan kapanlah kalau ada umur panjang :D
Lanjut , akhirnya malam itu kami habiskan
waktu dengan mengobrol bersama, saya , kawan saya , dan seorang anak sma kelas
1 dan adek kecil berumur kurang dari 3 tahun di sebuah rumah yang saya rasa
bisa diisi lebih dari 10 orang, sesekali bermain PS 2, bola tentunya,
alhamdulillah saya menang beberapa kali, gak penting –‘ . Kemudian ketika jam
menujukkan setengah satu pagi, kawan saya menuju kamar di lantai 1, dan
berkata,
“Tih, kalau antum mw tidur dilantai atas aja
ya,”
“Ah gampanglah, ntar ane lihat2, paling ane
tidur di sofa ini aja.”
“janganlah, mending di atas aja.”
“ya ya”. Sahutku sambil membaca artikel di
sebuah website.
Akhirnya aku naik keatas, melihat lagi 3
kamar besar lengkap dengan springbednya dan ac nya, sungguh menggiurkan ,
sayangnya dari 3 kamar itu saya tak menemukan tempat yang nyaman untuk tidur,
gaya amat yak , padahal emang biasa tidur di lantai ni hehe, dan ujung-ujungnya
saya tertidur di atas sofa bersama laptop yang menyala..
Pagi yang cerah, shalat subuh agak telat
namun belum terlambat, pagi yang indah untuk jalan-jalan melihat perumahan
mewah anggota DPR rasanya,
“eh , jalan-jalan yuk.” Ajakku
“kemana?”
“Muter-muter aja”
“oh ayok lah”
Berkeliling melihat-lihat , yah tak
perlu lagi ku jelaskan lagi , satu hal yang pasti dari setiap rumah dinas semua
rumah sama bro, hanya di bedakan dengan nomor, penasaran aku bertanya lagi
tentang mesjidnya, setelah melihat-lihat, afwan ini hanya pendapat pribadi
ya, yah cukuplah untuk dikatakan sebuah
mesjid bagus, hanya kalau di fikirkan ini perumahan dinas DPR seharusnya
mesjidnya bisa 200 kali lipat lebih bagus dari ini , berapa sih anggarannya tak
akan melebih anggaran toilet di DPR kurasa?? haha, yah minimal 2 tingkat atau
gmana kek, tapi mungkin yang buat juga mikirnya gini, “Berapa banyak sih
anggota DPR yang mau shalat kemesjid?” jadi mungkin itu juga menjadi salah satu
alasan sehingga mesjidnya tak terlalu besar dan mewah seperti halnya rumah
rumah persinggahan mereka. Maaf pak bercanda :D
Sempat mencicipi mesjidnya dengan
shalat duha, dan berkeliling-keliling sendirian dengan motor dan sempat melihat
cengiran satpam karena benar-benar keliling mencari rumah kawan saya itu. “Ni
orang pasti baru dateng, daritadi muter muter kayak orang tolol,” begitulah
yang saya fikirkan dari cengiran sang satpam itu haha. Rencanya saya mau
diajaknya main ke TMII, tapi karena kayaknya hari udah siang akhirnya kami
putuskan untuk balik kerumah kawan saya yang di keramat jati agar sorenya bisa
balik ke asrama.
Keramat jati, sekitar pukul 14.00
Rumah
sederhana itu kumasuki lagi, kali ini lebih terlihat lebih rapi,
“Bentar ya ane mau kedalem dulu.”
Sahut kawan saya
“Eh ane mw rebahan nih, disini emang
gak papa?” ketika itu sedang berada di ruang tamunya.
“Hem, janganlah kita ke atas saja.”
“Okeeh,” aku menurut sama tuan rumah
tentunya.
Lagi-lagi bagian atasnya , afwan
kayak kapal pecah, eh tapi ini kawan ane sendiri yang ngomong :D, “benar-benar
kayak kapal pecah ni rumah” begitu katanya. Aku hanya tersenyum, tak sedikitpun
suasana ini membuatku tak nyaman, jujur justru aku merasa rileks berada disini,
lalu aku merebahkan diri di kamarnya yang berisi sekitar 4 kasur sederhana yang
disitu juga ada adek2nya yang laki-laki sedang khusyuk dengan laptopnya.
Pulas hingga ketika ashar aku tak
sempat kemasjid, karena sdikit terlambat, asik sih, rumahnya gue banget
kayaknya haha, udah lama gak bertemu dengan suasana seperti ini sih, suara
berisik adek-adek nya yang bermain , kadang ada suara anak perempuan yang
menangis, pasti abangnya ada yang jahil, gak kayak saya yang tak pernah membuat
adek nangis, boong banget haha , suara umminya yang lagi masak waaa kangen
rumaaaah uy.
Magrib,
Sedikit ada insiden, sendal gunung ane yang
baru beli hilang bro hik hik , curhat nih bang? Haha. Gak sekedar info aja, ke
mesjid jangan make sendal bagus, kecuali kalau udah ikhlas dan niat mau
berinfak hehe, yah Insya Allah ikhlas lah kehilangan sendal itu, *ikhlas
ngomong-ngomong, apanya yang ikhlas yak –‘ wkww, hanya saja saya berfikir yah bayaran dari
perjalanan yang menyenangkan ini rasanya pantas lah untuk sekedar kehilangan
sendal gunung ;)
Ba’da isya,
Di mesjid yang sama, sendalnya masih tak
ada ternyata, ooh masih ngarep toh –‘, ya iyalaahh wkwkw,
“ayok tih kita siap-siap balik ke asrama”
sahut kawan ku di jalan menuju rumahnya dari masjid.
“Yoi”. Jawabku santai
Setelah
pamitan dengan orang tuanya kami pun berjalan menuju angkot, sebagai cerita
penutup, ada yang sedikit menarik di angkot, gak sengaja di tengah keramaian
jakarta kami dapat angkot yang kosong, dan si mamang angkot yang kayaknya sudah
tua dan bangka hha, gak ding tua aja gak make bangka, bangka itu kampung saya
tempat yang indah yang tak bisa disangkut pautkan dengan ni abang angkot, apaan
sih geje banget yak wkwk, dan kemudian dia tiba tiba nyeletuk,
“hmm, kalau dulu motor dan mobil seramai
ini di jakarta pasti mau kampanye, sekarang mah rame terus.”
Ya iyalah bang, namanya juga ibu
kota, kalau papua kali dah. Tapi dalam hati hehe
“wah iya ya bang?” tanyaku pura-pura bego,
nenek-nenek juga pasti tau klw jakarta padetnya minta ampun.
“yah begitulah, gimana kalau ntar
ada kampanye ya? Pasti lebih rame nih”
“hha , iya mungkin gtu bang .”
sahutku tak terlalu tertarik.
“eh ngomong-ngomong kalian ntar milih siapa?
Sebentar lagi kan pemilihan gubernur kalian tinggal di jakarta kan?” . Si abang
ini ngoceh lagi, tapi kali ini menarik kyaknya
Saya biarkan kawan saya yang
menjawab.
“iya bang tuh di keramat jati.” Jawab
temanku
“Jadi kalian ntar milih siapa?”
tanya nya lagi kayak badan survei aje
Saya tersenyum, gak tau dia nih bapak orang
yang ditanya timses hidayat-didik wkwkw. Saya biarkan kawan saya yang
menjawab, ya iyalah masak saya yang mw
jawab, milih kagak –‘
“kami kayaknya milih pak Hidayat pak” .
sahut kawan ku,eh bntar, katanya tadi kami? Lu aja kali gw kagak. Haha
“ooh wah hidayat, berarti ada kader
PKS nih hehe” kata sang abang angkot nyengir
“gak gak kami milih karena pak didik
juga.” Kata kawanku lagi
Ehem ehem aku batuk yang tak perlu, “emang
bapak milih apa pak?” tanyaku membalas pertanyaan si bapak karena kayaknya
kwanku mulai terdesak dengan penyataan si bapak :D
“hem saya ya? Sebenernya saya pada awalnya
agak apatis dengan pemilihan ini. Yah rasanya tak akan ada yang jauh berubah
siapapun pemimpinnya. Tapi kalau ditanya saya milih siapa saya ada 2 kandidat
sih, yah kita kan negara demokrasi jadi bebas toh. Tapi ini saya baru
nglihat-lihat aja belum terlalu yakin.”
Iya iya, ni tukang angkot udah kayak
pejabat yang birokrasinya berbelit-belit, ngomong muter muter jawab aja langsung
woy hha ,
“yang pertama saya kayaknya lebih
condong ke jokowi, karena melihat solo sekarang kayaknya ada kemajuan, orangnya
juga merakyat, sering kemasyarakat tanpa
ada pengawalan , yang kedua kayaknya faisal.”
“Oh gitu ya pak, ya ya ya betul
juga.” Jawab ku seolah olah sependapat dengan pernyataan si bapak angkot, tak
taunya dia kalau-kalau preman di pasar itu anak buah jokowi semua, sama halnya
dengan partai “sensor” yang dimana mana banyak preman menjadi anggota partai
mereka, jadi ya wajar aja dia gak bawak pengawal, memang udah pengawal semua di
sekitar dia, paling cuman mau nyari muka, astaugfirullah jadi seudzon dah ama
jagoan si supir angkot ini haha . yah ini juga berbicara berdasarkan fakta yang
banyak saya temui kok. Dan bolehlah saya
menshare ini untuk kalian gratis silahkan di baca wahai para pemuda-pemudi
islam
http://www.shoutussalam.com/read/in-depth/12737/di-balik-pencitraan-dahlan-iskan-dan-jokowi
wallahua’lam
, kebenaran hanya Allah yang tau, cukuplah bangsa yahudi terkutuk itu
mencampuri urusan negara kita, Demi Allah saya tidak rela bila negara ini benar
benar di pimpin seorang yang ada hubungan dengan yahudi.
Tapi yang pasti pelajaran yang saya
dapat, rakyat itu cinta apabila merasa pemimpinnya itu benar-benar peduli, tak
perlu ribet-ribet mengurusi korupsi, tak perlu bersuara keras untuk menentang
kenaikan BBM sehingga bakal di keluarin dari koalisi, sekedar main – main kepasar
aja mereka udah seneng, apalagi kalau dikasih "oleh-oleh sedikit" , Eh eh ngawur –‘ haha. Begitulah dan akhirnya saya kembali ke
asrama dengan perasaan yang bahagia karena banyak mendapat pelajaran dari
perjalanan singkat ini, keserdahanaanmu, ketenanganmu,perkataan dan candamu
sungguh menjadi pelajaran, terimakasih kawan, sungguh aku mencintaimu karena
Allah ya akhi ^^
Langganan:
Postingan (Atom)






