Jumat, 04 Mei 2012

Serumpun Tapi Tak Sama


(Catatan Perjalanan bag 2 ^^ )


“Kita berperang untuk kita, namun kita akan menggunakan akses dana Negara lain untuk membiayainya” – Meshulam Nahari ( Menteri Perekonomian Israel)
“Hancurkan kaum yahudi ya Allah sebagaimana engkau menghancurkan mereka dulunya di Benteng khaibar” - Abu Sulaiman (panglima hamas)
“Bergembiralah untuk syahid, wahai jiwa. Karena engkau akan dikaruniakan tubuh yang baru di hadapan rabbmu.” - Hasan ( wakil pimpinan pasukan hijau)
“Hari ini mereka telah merasakan sedikit ketakutan, seperti ketakutan yang mereka berikan kepada anak-anak, ibu-ibu dan saudara-saudara kita.” – Ismail Haniyah ( Perdana mentri otoritas Palestina)

        Begitulah sedikit cuplikan dari sebuah novel berjudul “The Gate of Heaven” karangan R.H. Fitriadi. Walaupun ini sebuah novel namun kisah ini didasari dari fakta akurat dan perkembangan harian di gaza. Lokasi tempat dan situasi kejadian seratus persen nyata. Sebagian nama pelaku benar adanya, dan tulisan ini juga mengarah kepada suatu kebenaran yang paling nyata. Terlepas kita mau percaya atau tidak, terlepas apabila sebagai anak ekonomi saya akan mengatakan bahwa ini hanya sebuah pernyataan agar membuat novel ini laku, seperti halnya apabila kalian juga telah membaca buku-buku karya Zaynur Ridwan, salah satunya berjudul Novus Ordo seclorum ( Tatanan Dunia Baru) yang bercerita ttg berbagai konspirasi yahudi, dibuat menjadi sebuah novel agar lebih menarik, buku yang bahkan membuat kita merasa tak ada tempat lagi dibumi ini yang tidak terjamah oleh mereka, hingga tujuan akhirnya adalah membuat dunia baru di bawah kekuasaan mereka. Kita bisa percaya atau tidak, namun saya rasa hal-hal seperti ini perlu untuk kita ketahui kawan, karena apa? Tak lain adalah mereka adalah salah satu musuh utama kita sebagai umat islam, bagaimana mungkin kita akan berperang kalau kita tidak mengetahui kekuatan lawan? Dalam permain catur itu, yang paling hebat merancang strategi belum tentu dialah yang menang, namun siapa yang bisa membaca pergerakan lawan, lalu dapat meredamnya sudah bisa di pastikan dia tidak akan kalah. Mengerti maksudku? Jangan terlalu focus kepada kekuatan kita, pelajari juga kekuatan lawan, yah begitulah. Atau anda bukan orang muslim? Wah berarti tulisan ini bukan untuk mu kawan ;)
        “hey tih, kepalamu gak pusing”
        “ loh kenapa pusing? Buku ini gak seberat buku-buku fisika dasar kok”
        “gak makudnya bisa-bisanya disaat seperti ini baca buku.”
“lah terserah ane dong, yang jelas kan gak ada larangan baca, yang ada kan hanya larangan mengaktifkan hp dan apalah itu. Week “
        “yah terserah mulah” . sahut kawan ku kesal

        Diatas ketinggan puluhan ribu kaki dari dasar laut, diatas sebuah burung besi raksasa, di dalam pejalanan menuju negeri seberang, disinilah saya sekarang. Sedang menikmati penerbangan  Indonesia-malaysia, rasa kantuk yang tak kunjung datang memaksa ku untuk membuka sebuah novel tentang perjuangan saudara kita di palestina. Hanya sekadar mengisi waktu dan saya menikmati itu. Setelah jantung ini dibuat sedikit deg-degan ketika melakukan perjalanan dari bogor menuju bandara, ditengah-tengah pertanyaan “apakah saya jadi berangkat?, apakah saya akan ditinggal, dan bla bla, akhirnya begitulah semua berakhir gembira hho.  

 
        Musafir, betul bisa dikatakan saat ini saya berada dalam posisi itu, yang dikatakan salah satu dari orang yang doanya mustajab, dan saya pun berdoa untuk keluarga saya yang teramat kucintai, untuk kemajuan islam, dan untuk kelancaran perjalanan ini tentunya. Dan terakhir doa untuk siapa yaa, ada deeh, yah gitulah tak usah di bahas hha. Birunya laut sudah lama tertutupi oleh putihnya awan , hingga akhirnya aku melihat sebuah daratan , “kotak-kotak” itu bayangan pertama yang terlintas. Kenapa? Ketahuilah, Percaya atau tidak dari atas itu kita bisa melihat jelas suatu struktur atau bentuk dari suatu daratan, juga bisa melihat bagaimana kinerja para pemerintah di bidang tatakota ya kalau gak salah, dan lagi-lagi kotak, semuanya seakan-akan sudah dikotak-kotakkan sehingga terlihat begitu rapi, bahkan hutan-hutan hijau itu semua terkotak seperti miniatur-miniatur yang bisa disusun seorang bocah. Begitu rapi, sedikit berbeda dengan ketika saya melihat pemandangan ketika awal penerbangan rasanya, yah hanya sedikit kok, dan begitulah daratan yang kelak akhirnya saya ketahui bahwa itulah daratan yang tempat saya segera mendarat yaitu Malaysia.

        Wah jangan-jangan saya mata-mata dari kerajaan Kelantan Malaysia, yang mengatakan bahwa pemerintahan Indonesia kalah dari Malaysia, jangan-jangan kembalinya saya dari sana saya sudah di bayar untuk mengatakan keindahan Malaysia dan membandingkan dengan Indonesia. Saya tegaskan, “SAMA SEKALI TIDAK”. Aku cinta negeri ku Indonesia, aku cinta negeriku yang kaya namun penduduknya miskin, aku cinta negeriku yang kata sebagian orang surga dunia namun merupakan neraka bagi kebanyakan penduduknya, Aku cinta Negeriku yang menempati urutan jajaran atas di bidang korupsi namun menempati urutan jajaran bawah dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Aku cinta semua itu, tak perlu kujelaskan alasan kenapa aku “masih” mencintai Negaraku, karena dalam Islam , “Nasionalisme” itu adalah sesuatu hal yang harus diperjuangkan. Jadi aku benci apabila ada orang-orang yang mengatakan islam itu tak memikirkan nasib bangsanya, aku benci orang yang berilmu namun tidak kembali ketanah airnya, aku benci orang kaya yang investasinya tak terhingga di luar negeri namun tak sedikit pun peduli terhadap rakyat kelaparan di negaranya, sama halnya aku sangat membenci orang-orang yang mempunyai kekuatan namun hanya memperkaya diri sendiri, sama halnya dengan kebencian ku terhadap orang-orang yang merasa kekuasaan di negeri ini hanya sebuah permainan, dan untuk para koruptor, tak ada satu kata lagi yang rasanya bisa kami ucapkan untuk meluapkan kebencian kami. Yang bisa saya katakan adalah, “Tunggulah saat islam kembali berjaya dan menguasai Negara ini, dan kalian para penjahat berdasi yang meronta-ronta meminta kekuasaan itu kami injak dan kami hinakan setelah tentunya Allah menghinakan kalian terlebih dahulu. Takbiir, “Allahu akbar”. Eh eh bentar,  ini siapa yang mau orasi? Kok ribut-ribut di sini sih? Haha
       
30 januari 2012 , Bandara Kuala lumpur ,pukul 13.00 waktu malaysia

   Jadi gini , sebelumnya saya tegaskan lagi jangan terlalu mempermasalahkan kebenaran dari waktu dan nama tempatnya ya, karena saya hanya manusia biasa yang sangat pelupa, tapi insya Allah bukan pembohong hha. Indo-malay itu memakan waktu sekitar 2 jam , nah berhubung ada perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di Malaysia, jadi di indo ? yap betul baru jam 12, karena berangkat tdi sekitar pukul 10.00 waktu indo jadi nyampainya sekitar pukul 01.00 waktu Malaysia. Eh atau sebaliknya ya? Hha tak taulah yang jelas kurang lebih seperti itu, maaf tak menerima komplain dari pembaca :D

Kami memasuki bandara yang kata kawan saya salah satu bandara paling megah di dunia. Sekali lagi tak peduli kalian setuju atau tidak , tapi begitulah katanya, dan memang kalau di bandingkan dengan bandara soeta, uuh tak tega saya membandingkannya  hha. Heran saya, apakah kurang dananya atau pengelolaannya? Atau apakah dananya ada namun gak nyampe semua? *ups becanda pak hha, apasih yang membuat perbedaanya begitu signifikan, yah sekedar info didalam kawasan bandaranya itu terdapat semcam transportasi kayak kereta listrik gtu, gak taulah apa namanya dan didalam bandara itu kalau kita yang baru sekali kesana pasti bingung, ini masih dibandara atau udah di kawasan mall ya ?? –‘  , begitulah  cukup dah, sebenarnya jujur malas juga saya kalau terus menceritakan kelebihan Negeri orang ini ;) 

Pukul 14.00 , 

Setelah berkeliling di bandara internasional kuala lumpur, lalu kami menuju bagian imigrasinya, melihat berbagai macam orang dari berbagai Negara, mendengar berbagai macam bahasa , dari orang timur tengah yang rata-rata perempuannya memakai baju serba hitam dari atas hingga bawah , bawah yg dimaksudkan disini bener-bener bawah kawan, sampe berguntai-guntai dilantai, lengkap dengan cadarnya, heran juga, hampir semuanya seperti itu. Jangan-jangan disana itu ada semacam otoritas yang mengaturnya kali ya, setiap perempuan yang mau keluar negeri harus dengan mahramnya dan pakaiannya harus seperti itu, khayalku hhe. Mendengar percakapan orang amerika latin , kayaknya sih dengan bahasa argentina, wuih sotoy amat haha. Tibalah giliran ku untuk mengurus imgirasi,

“wah orang indonesie, nak kemane nih?” aksen melayu banget, Alhamdulillah bertahun-tahun aku keliling sumatera akhirnya berguna juga haha, karena kebanyakan sumatera menggunakan aksen melayu hanya sedikit perbedaan bahasanya, except aceh, dari hampir seluruh daerah di sumatera , bahasa aceh emang agak lain, hampir perkosakatanya berubah. Mulai lagi sotoy nya wkkw.

“Mau keliling keliling Malaysia la makcik.” Benar benar tak sopan seharusnya aku menggunakan kata panggilan miss atau apalah yang lebih sopan untuk seorang petugas bandara perempuan yang masih muda juga menawan, hanya saja berhubung kosa kata melayu ku sangat sempit dan terbatas walhasil saya panggil dia makcik yang artinya kurang lebih seorang bibi, emang gw bibi lu , mungkin gtu kali dalam hatinya ya haha.
“Yah maksudnya mau ke mana Malaysia nya?” dalam bahasa inggris kalau gak salah,
“ hm some university and syariah bank maybe,” ku jawab dengan asal-asalan.
“syariah bank” ? Tanya nya lagi
“yes , why?”
“nothing, but bla bla bla bla”

Dengan sedikit kekesalan ku iyakan saja pertanyaannya dan pernyataannya dengan senyuman, padahal gak ngerti apa yg dia omongin hha, sudah otak atik aja tu passport, cap atau apain kek, udah beres ,banyak Tanya ni orang, perasaan orang sebelum ku tadi gak selama ini dah, Insya Allah saya gak berani macam-macam kok di negeri orang. Setidak nya belum saat ini hhe ,batinku.

“ Oke , welcome to Malaysia Mr. Fatih” , sahutnya dengan senyuman ramah

        Nah kan manis kalau gitu, eh bukan orangnya tapi perkataannya haha. Lalu setelah membereskan koper dan segala macemnya, kami pun segera meninggalkan bandara mewah itu menuju sebuah bus yang kayaknya udah di carter sebelumnya oleh kak shutan. Eh kak shutan itu siapa ya? Siapa hayo? Yap benar dia adalah petugas bandara. Lho?  Bukaaan, Tau ah males ngejelasinnya. Haha

 

      
 Sedikit gambar di dalam kawasan bandara Internasional Kuala Lumpur







  Pukul 15.00 Waktu Malaysia

        Kami menuju KL (Kuala Lumpur) tower, KL tower itu apa ya? Ya tower gitulah, ya cuman itu, tapi lagi-lagi di sekitarnya itu tempat hiburan gitu, gak bagus-bagus amat kok, tapi bagus buanget haha, gak gak, biasa aja kok, memang KL tower rasanya memang tidak terlalu menonjol dan kalah saingan dibandingkan dengan adiknya Petronas Twin Tower , yang setelah ini akan saya ceritakan.

Gak jelas ya ? tapi itulah gambar asli dari bawahnya hho

        Pukul 17.30 waktu Malaysia

      Kami pun menuju KLCC (Kuala Lumpur City Centre) *kalau gak salah sih itu namanya, salah satu pusat perbelanjaan yang cukup sibuk di Kuala Lumpur, Malaysia atau tepatnya di bawah Menara Kembar Petronas setinggi 5 lantai dengan berbagai macam toko. Di luarnya, terdapat taman KLCC yang memiliki kolam dengan air mancur simfonik, kolam dan taman bermain serta trek joging. Nah kali ini memang keren serius, itu menara kembarnya ampun, kalau kalian tau sungguh tersiksa kalau mau berfoto dengan latar belakang menaranya namun dapat semua sampai atas menara, karena ketinggiannya jaraknya juga harus agak jauh, terus fotonya harus bner-bner dari bawah kayak orang alay, gitulah yang saya lihat ketika anak-anak akhwat mulai memainkan perannya berasa seperti model-model kelas atas, setiap sudut foto sana sini –‘ , ntah itu hanya sebuah expresi atau memang klw gak gitu ya gak bakalan dapet atas menaranya, hm susah jelasinnya , coba sendiri dah kalau gak percaya haha. Toh gak ada untungnya saya berbohong dan kalau mau jujur saya juga tak peduli dengan itu semua wkwk.

  Tuh ini susah lo ngambilnya hha (Curhat bang --' wkwkw)

        Kami pun masuk ke KLCC itu dan berkeliling2 didalamnya, yah biasa mall gitu dah , tepat di lantai 4 kalau gak salah kami berhenti, lalu sembari menikmati pemandangan ke lantai dasar, oh ya jadi biasanya kalau acaranya gak formal kayak gini, kami di berikan kebebasan berkeliling sendiri2, namun agar lebih enak dan gampang ngaturnya di bagi jadi bebapa kelompok, saya tentu saja bersama dengan grup matrix berkeliling bersama. Tiba tiba ada seorang satpam mendekati kami, lalu berbicara dengan bahasa melayunya, 
        “wah dari mana nih?”
        “ dari Indonesia pak”
        “oh hendak melancong kesini ya?”

Melancong? apa lagi itu, kue pancong kali maksudnya ya? Haha, belakangan kami tau arti melancong adalah jalan-jalan, ehm benar gak ya? Yah sudahlah. Dan kami pun melanjutkan perbincangan, eh sebenarnya agak sulit di katakan kalau “kami” yang melanjukan , mungkin lebih tepat kalau saya sendiri yang banyak menjawab pertanyaan tu satpam, kenapa? Masalahnya gini, khalis orang Kalimantan, namun sedikit pengetahuan ttg bahasa melayunya walau Kalimantan dekat juga dengan Malaysia, haris jauh dari melayu begitu juga dengan kang reza, kasyfi? Haah gak usah di harapkan mukanya aja udah arab banget, gak ada hubungannya sama sekali dah haha, tinggallah saya sendiri yang dari sumatera sehingga paling memungkinkan mengerti apa yang di ucapkan si satpam itu. Bla bla bla, jadi intinya yg saya dapatkan dari perkataan sang satpam itu begini, “percuma sekolah tinggi-tinggi kalau tidak punya pengalaman, ujung-ujungnya kerja dari bawah dulu baru sedikit demi sedikit naik keatas (jabatan kali maksudnya). Jadi mending banyakin pengalaman dulu.” Begitu katanya, mungkin ini juga karena tau bahwa kami adalah sekumpulan mahasiswa tak jelas dari Indonesia.

        “hm, gitu ya pak? Betul – betul” sahut ku agar sang satpam berhenti berkhutbah, bukan maksud ku kurang ajar ama orang tua ya, tapi dalam hati aku sebenarnya ingin mengatakan, wahai satpam yang terhormat, andaikan bapak lulusan sekolah tinggi di amerika sana saya bisa pastikan walaupun menara kembar itu terbalik, bapak pasti gak bakal jadi satpam, seminimal mungkin jadi marketing nya atau apalah, baru perlahan-lahan naik jabatan, tapi kalau menurut bapak mau memulainya dari bawah dengan pengalaman, misalkan punya pengalaman jadi satpam selama ribuan tahun sekalipun saya rasa akan sulit kalau mau jadi bos disini, paling ya jadi ketua satpam nya mungkin. Astaugfrullah ku hentikan lamunan ku karena takut kualat hhe, atau jangan-jangan ?? saya salah mengartikan omongan bapak itu kali ya? Kalau iya anggap saja perbincangan diatas tak ada hahaa.

Bagian dalam KLCC

        Oke, lanjut kami keluar dan kami pun melihat kembali kemegahan menara kembar itu dari luar, Nah khusus untuk menara kembar itu, hm ada sedikit yang menarik nih, jadi kan di antara menara kembar itu di bagian atasnya itu ada kayak jembatan yang menghubungkan nya itu ya? Katanya itu salah satu yang membuat menara itu begitu menarik perhatian dunia, coba bayangkan bagaimana cara membuat jembatan itu coba? Apakah setelah 2 menara terbuat lalu baru dibuat jembatannya, rasanya sulit karena angin di atas sana tentu saja tak semelambai angin angin di daratan , ini berbicara angin di ketinggian bro, bukan sekedar seperti mendirikan jembatan di atas laut. Atau ketika mendirikan menaranya langsung disambil membuat jembatannya? Lebih sulit lagi rasanya kalau menara sebagai penyangga utamanya belum benar-benar kokoh, bisa-bisa malah roboh. Tak taulah, bagi kalian yang jurusan arsitek atau teknik sipil atau apa itu, harap segera menunaikan kewajiban kalian salah satu caranya dengan menjelaskan hal ini kepada saya hho.

 Lihat ada jembatan kan di atas sana? yah saya tak tau gambarnya tak jelas, tapi lumayanlah hargain dong haha
       


 Ini lambang petronas yang terkenal itu , muter muter terus ni lambang






   Cukup dengan KL Tower dan KLCC ? yah cukuplah hari pertama ini, akhirnya kami menuju hotel tempat kami akan bermalam selama di Malaysia. Nama hotelnya apa ya? Lupa ah, tapi yang jelas hotelnya gak terlalu mewah namun cukup untuk melepas lelah. Satu kamar 4 orang, jadi kasyfi tidak sekamar bersama kami. Cukup untuk hari ini dan kami semuapun terlelap karena menjalani hari yang melelahkan namun menyenangkan, esok hari insya Allah akan lebih baik dari hari ini. Sekian .

Eh bentar ini perasaan saya saja atau apa ya, ada yang ketinggalan rasanya? Hm hmmm , (mikir ceritanya), UDAH SHALAT BELUM WOY? Hahaa lupa boy lupa sori sori, tenang-tenang, Alhamdulillah untuk yang satu itu tak ada alasan apapun untuk kaum adam meninggalkannya, lain cerita dengan kaum hawa hhe, tapi yah tentu saja “jamak” menjadi satu kata yang sangat indah sepanjang perjalanan kami ini, bukan bermakna jamak di bahasa Indonesia yang artinya lebih dari satu ya, tapi itu adalah kemudahan yang diberikan Allah kepada para musafir agar bisa melakukan shalat di perjalanan. Loh emang ente musafir? Iya dong, hha

Hari ke 2 di tanah seberah, 31 januari 2012

        Udah mau jam setengah 7 ???? bangun woy, belum pada shubuh nih, sreeeg ku sibakkan tirai dan teng nong, kok cahaya mataharinya gak masuk kayak di tv tv gitu ya aha,ternyata memang masik gelap –‘, lupanya saya kalau ini di Negara orang bung, jadi kalau gitu , yap di indo baru jam 5 lewat, terlalu pagi untuk menyibakkan tirai, walhasil Alhamdulillah kami tak terlalu telat shalat shubuh, hhe :D

        Mau kemana kitaaa? UKM , unit kesehatan masyarakat?, bukan bukan, tapi Unversitas Kebangsaan Malaysia. Ini dia saatnya acara formal kawan yups..

        Pukul 08.00 Waktu Malaysia,

        Bus kami memasuki kawasan UKM, gak wah wah amat ternyata, masih jauh gedean kawasan IPB rasanya , yah tapi jauh-jauh ke Malaysia bukan jumlah atau lebar tanah yang ingin aku bandingkan rasanya, tapi tentu saja perbandingan pendidikannya yang aku cari , ekonomi khususnya, kenapa ekonomi? Ya terserah saya dong, lagian masa kedokteran? Mana ngerti saya hha.

        Memasuki sebuah ruangan yang kayaknya merupakan ruangan untuk tamu internasional gtu, untuk seminar2 pasti disini rasanya diadakan , pikirku. Wah berasa orang penting dah wkwk. Dan seseorang pun berbicara mungkin rektor atau siapanya gtu ya, ah gak pedulilah, biasa kata sambutan dan macam-macam basa basinya, orang melayu kan terkenal ramah-ramah hhe, dan seseorang dosen dari jurusan ekonomi akhirnya berbicara, Hm jadi apa yang akan kita bicarakan sekarang? Tu dosen ngelawak hha, tapi memang benar sih, aku juga bingung dia mau ngomong apa, masa mau menjelaskan ttg perekonomian Malaysia? Maksud ku siapa yang peduli, toh kami juga bisa baca di internet, atau mau menjelaskan perekonomian Indonesia? Malu lah kami, seakan-akan kami tak mengerti bobroknya sistem ekonomi kami, eh koreksi , bukan sistemnya yang salah tapi orangnya oke? Setuju? Gaak setuju? Untuk kali ini boleh lah kalau ada yang mau debat, tapi sebenarnya berawal dari sistem juga sih, gimana ya ngomongnya, yah  kalau gak mau sistem ekonomi pancasila kita disalahkan, berarti saya ingin  mengatakan ada sistem yang lebih baik, apa itu? Sistem ekonomi islam kawan, karena sistem ini bukan buatan manusia , tapi tuhan semesta alam sehingga tak ada dan tak akan pernah ada kelemahannya, tinggal siapa dan bagaimana menjalankan sistem ini, eh kok malah saya yang ribut, tu dosen belum ngomong woy hha.

        Akhirnya dia pun hanya menjelaskan tentang pertanyaan bagaimana kalau mahasiswa luar ingin belajar disini, jadi syaratnya sederhana ternyata, IP harus di atas 3 dan toefl ny minimal 550 gitu dah, dan bayarannya, ketika ditanya S2 perbankan , biayanya sekitar 2000 RM per semester, udah tau 1 Ringgit Malaysia berapa Rupiah? Sekitar 3000 rupiah berarti sekitar 6 juta persemester, rata-rata program master itu 2 tahun berarti sekitar 24 juta totalnya, sedanglah kalau begitu. Apanya yang sedang namanya duit ya tetep mahal yak wkwkw .

        Acara berakhir dengan foto-foto dan hidangan makanan, emang ramah uy, hhe. Yah untuk permulaan UKM cukup membuka mata ku bahwa sebernya Indonesia gak kalah kok dari Malaysia dalam bidang pendidikan setuju? ;)

  Ruang pertemuan UKM
       
        Pukul 11.00 waktu Malaysia

        Lembaga Zakat Selangor, tereng tereng itulah tulisan depannya, kami menuju tempat pengumpulan zakat terbesar di Malaysia kawan, tempatnya nyaman , aman dan tentram. Lagi-lagi penyambutannya ramah dan kami pun mengadakan pertemuan kembali disebuah ruangan seperti sebelumnya. Bla bla bla sang bapak yang sedikit gemuk itu terus berceloteh ria menunjukkan kemajuan dan kelebihan lembaga zakat ini, seakan kami eh maksud nya seakan saya peduli dengan itu semua hha, tapi ada satu hal yang menarik kawan, mungkin ini bisa diambil pelajarannya, dari data yang dia berikan pertumbuhan jumlah disana sangat signifikan apa strategi mereka? Catat ini, mahal lo ini , awas kalau lupa, jadi disana lembaga zakat Selangor itu sudah diberikan wewenang oleh pemerintah, apabila seseorang telah membayar zakat maka kewajiban dia membayar pajak bisa dihapuskan, keren kan? Tinggalkan sejenak keegoisan kita, akuilah cara ini sungguh efektif, fikirkan apabila kalian sebagai orang muslim, yah parah-parahnya muslim ktp lah, pasti kalian takut dengan neraka bukan? Jikalau kalian diharuskan memilih antara membayar zakat yang notabenya perintah Allah dengan membayar pajak yang notabenya perintah Negara, mana yang kalian pilih? Tidak tau dengan kalian, kalau saya seorang pengusaha yang insya Allah berakal sehat tentu saja saya akan memilih berzakat, neraka itu panas cuy haha, atau kalian bukan orang muslim? Nah itu dia masalahnya, gimana ya ngjelasinnya? Yah pilih sendiri dah kalau gitu, mari sedikit berhitung, kalau zakat itu nilainya 2,5 % , kalau pajak itu bisa sampai 10% kan? Buktinya saya sering mendengar kalimat PPN 10% ? nah besaran mana? Pajak kan haha gak gak bercanda, ini hanya sekedar membuka mata kita atau kalian tak takut dengan neraka? Ya sudah urus saja dirimu sendiri kalau begitu hahaa. 

Itulah salah satu perbedaanya, di Indonesia hal sederhana seperti ini masih sulit dilakukan kawan, tak taulah alasannya yah paling beralasan kalau Indonesia inikan bukan Negara islam gak bisa seenaknya gitu menetapkan syariat islam, oke kalau gitu sekarang saya Tanya , Indonesia Negara apa? Negara Kristen? Atau hindu? Atau malah komunis? Gak kan? Indonesia itu Negara demokrasi, oke, Kalau di kembalikan kepada demokrasi suara terbanyaklah yang menang, lah muslim di Indonesia dari yg dahulu sekitar 96% , walaupun banyak yang ntah bagaimana bisa pindah agama sekarang menjadi sekitar 86% jumlahnya di Indonesia, tetap bisa dikatakan sangat mayoritas, masih wajarkan kalau Negara ini sedikit demi sedikit ditegakkan syariah islam? Toh anda yg nonmuslim tidak dan sangat tidak dirugikan dengan zakat, anda masih bisa membayar pajak. Atau berbicara pluralisme? Hedeh basi kawaaan.

        Dan tibalah saatnya diberikan kesempatan bertanya, Alhamdulillah saya di berikan kesempatan pertama untuk bertanya, saya mengajukan dua pertanyaan sebenarnya saya lupa sih saya nanya apa –‘ yang jelas salah satunya saya bertanya begini, bagi kami pelajar dari luar Malaysia, apabila ingin nmelanjutkan studi disini, adakah kemungkinan mendapatkan beasiswa dari lembaga zakat Selangor ini? Karena tadi dari paparan bapak diatas ada dana yang disisihkan untuk social dan pendidikan bukan? Begitulah pertanyaan saya, sungguh pertanyaan yang hanya memikirkan diri sendiri , biarin lah haha. Dan jawabannya pun seperti yang saya duga, “wah sepertinya sulit dek, karena dana itu akan dikhususkan terlebih dahulu untuk rakyat atau pelajar dari dalam negeri dlu, adek bisa nyari beasiswa ke departemen luar negerinya atau dari dalam negeri adek sendiri, tapi mungkin saja kalau memang ada kesempatan.” Dengan bahasa melayunya kurang lebih seperti itu yang saya tangkap

        Cuih, pelit amat sih ni orang. Batinku hahaa, begitulah yah bukan salah dia sih , ini memang salah ku yang terlalu beharap wkwkw. Dan kunjungan pun ditutup dengan lagi-lagi sebuah jamuan makan, terbesit di fikiran ku, wah ni kak shutan sebagai penanggung jawab acara bakal untung gede nih, gimana gak? Setiap kunjungan kami dikasih makan, lah otomatis minimal uang jatah makan kami masuk kantong nya dong? Mantep juga yah aha, Pokoknya aku harus menjadi tourguide juga nanti, kalau gak kemalaysia berarti ke mekah lah, naik haji atau umroh, mimpi lu, bahasa arab aja gak kelar-kelar , lah serah gua dong , haha, suatu saat aku pasti bisa :D

Bagian depan Lembaga Zakat Selangor

      Begitulah ini baru dua tempat formal yang aku kunjungi, setelah ini kami akan menuju IFSB , tau apa itu? Yah aku tau kalian pasti tak tau dan tak peduli hha,, IFSB itu Islamic Financial Services Board, *kalau gak salah itulah kepanjangannya. Apa itu? Itu adalah lembaga yang mengatur Islamic financial di Malaysia bro, wuih bangunannya macem di film film itu , nantilah saya lanjutkan ceritanya kapan-kapan ya, rasanya sudah lumayan pelajaran yang didapat dari bebarapa pengalaman saya di beberapa tempat, ??? teng nong, satu statement yang sungguh tak beralasan Pelajaran apa coba, yang ada juga pengalaman2 konyol haha, terserah kalianlah, kalian bebas menilainya, tapi sekali lagi saya tak terima complain dari pembaca toh saya tak menyusahkan kalian ketika menulis ini kan? hha sekian dulu untuk saat ini terimakasih atas minat membacanya
Assalamu’alaykum..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar