(Catatan Perjalanan bag 2 ^^ )
“Kita berperang untuk kita, namun kita akan
menggunakan akses dana Negara lain untuk membiayainya” – Meshulam Nahari (
Menteri Perekonomian Israel)
“Hancurkan kaum yahudi ya Allah sebagaimana
engkau menghancurkan mereka dulunya di Benteng khaibar” - Abu Sulaiman
(panglima hamas)
“Bergembiralah untuk syahid, wahai jiwa.
Karena engkau akan dikaruniakan tubuh yang baru di hadapan rabbmu.” - Hasan (
wakil pimpinan pasukan hijau)
“Hari ini mereka telah merasakan sedikit
ketakutan, seperti ketakutan yang mereka berikan kepada anak-anak, ibu-ibu dan
saudara-saudara kita.” – Ismail Haniyah ( Perdana mentri otoritas Palestina)
Begitulah
sedikit cuplikan dari sebuah novel berjudul “The Gate of Heaven” karangan R.H.
Fitriadi. Walaupun ini sebuah novel namun kisah ini didasari dari fakta akurat
dan perkembangan harian di gaza. Lokasi tempat dan situasi kejadian seratus
persen nyata. Sebagian nama pelaku benar adanya, dan tulisan ini juga mengarah
kepada suatu kebenaran yang paling nyata. Terlepas kita mau percaya atau tidak,
terlepas apabila sebagai anak ekonomi saya akan mengatakan bahwa ini hanya
sebuah pernyataan agar membuat novel ini laku, seperti halnya apabila kalian
juga telah membaca buku-buku karya Zaynur Ridwan, salah satunya berjudul Novus
Ordo seclorum ( Tatanan Dunia Baru) yang bercerita ttg berbagai konspirasi
yahudi, dibuat menjadi sebuah novel agar lebih menarik, buku yang bahkan
membuat kita merasa tak ada tempat lagi dibumi ini yang tidak terjamah oleh
mereka, hingga tujuan akhirnya adalah membuat dunia baru di bawah kekuasaan
mereka. Kita bisa percaya atau tidak, namun saya rasa hal-hal seperti ini perlu
untuk kita ketahui kawan, karena apa? Tak lain adalah mereka adalah salah satu
musuh utama kita sebagai umat islam, bagaimana mungkin kita akan berperang
kalau kita tidak mengetahui kekuatan lawan? Dalam permain catur itu, yang
paling hebat merancang strategi belum tentu dialah yang menang, namun siapa
yang bisa membaca pergerakan lawan, lalu dapat meredamnya sudah bisa di
pastikan dia tidak akan kalah. Mengerti maksudku? Jangan terlalu focus kepada
kekuatan kita, pelajari juga kekuatan lawan, yah begitulah. Atau anda bukan
orang muslim? Wah berarti tulisan ini bukan untuk mu kawan ;)
“hey
tih, kepalamu gak pusing”
“
loh kenapa pusing? Buku ini gak seberat buku-buku fisika dasar kok”
“gak
makudnya bisa-bisanya disaat seperti ini baca buku.”
“lah terserah ane
dong, yang jelas kan gak ada larangan baca, yang ada kan hanya larangan
mengaktifkan hp dan apalah itu. Week “
“yah
terserah mulah” . sahut kawan ku kesal
Diatas
ketinggan puluhan ribu kaki dari dasar laut, diatas sebuah burung besi raksasa,
di dalam pejalanan menuju negeri seberang, disinilah saya sekarang. Sedang
menikmati penerbangan
Indonesia-malaysia, rasa kantuk yang tak kunjung datang memaksa ku untuk
membuka sebuah novel tentang perjuangan saudara kita di palestina. Hanya
sekadar mengisi waktu dan saya menikmati itu. Setelah jantung ini dibuat
sedikit deg-degan ketika melakukan perjalanan dari bogor menuju bandara,
ditengah-tengah pertanyaan “apakah saya jadi berangkat?, apakah saya akan
ditinggal, dan bla bla, akhirnya begitulah semua berakhir gembira hho.
Musafir,
betul bisa dikatakan saat ini saya berada dalam posisi itu, yang dikatakan
salah satu dari orang yang doanya mustajab, dan saya pun berdoa untuk keluarga
saya yang teramat kucintai, untuk kemajuan islam, dan untuk kelancaran
perjalanan ini tentunya. Dan terakhir doa untuk siapa yaa, ada deeh, yah
gitulah tak usah di bahas hha. Birunya laut sudah lama tertutupi oleh putihnya
awan , hingga akhirnya aku melihat sebuah daratan , “kotak-kotak” itu bayangan
pertama yang terlintas. Kenapa? Ketahuilah, Percaya atau tidak dari atas itu
kita bisa melihat jelas suatu struktur atau bentuk dari suatu daratan, juga
bisa melihat bagaimana kinerja para pemerintah di bidang tatakota ya kalau gak
salah, dan lagi-lagi kotak, semuanya seakan-akan sudah dikotak-kotakkan
sehingga terlihat begitu rapi, bahkan hutan-hutan hijau itu semua terkotak
seperti miniatur-miniatur yang bisa disusun seorang bocah. Begitu rapi, sedikit
berbeda dengan ketika saya melihat pemandangan ketika awal penerbangan rasanya,
yah hanya sedikit kok, dan begitulah daratan yang kelak akhirnya saya ketahui
bahwa itulah daratan yang tempat saya segera mendarat yaitu Malaysia.
Wah
jangan-jangan saya mata-mata dari kerajaan Kelantan Malaysia, yang mengatakan
bahwa pemerintahan Indonesia kalah dari Malaysia, jangan-jangan kembalinya saya
dari sana saya sudah di bayar untuk mengatakan keindahan Malaysia dan
membandingkan dengan Indonesia. Saya tegaskan, “SAMA SEKALI TIDAK”. Aku cinta
negeri ku Indonesia, aku cinta negeriku yang kaya namun penduduknya miskin, aku
cinta negeriku yang kata sebagian orang surga dunia namun merupakan neraka bagi
kebanyakan penduduknya, Aku cinta Negeriku yang menempati urutan jajaran atas
di bidang korupsi namun menempati urutan jajaran bawah dalam bidang pendidikan
dan ekonomi. Aku cinta semua itu, tak perlu kujelaskan alasan kenapa aku
“masih” mencintai Negaraku, karena dalam Islam , “Nasionalisme” itu adalah
sesuatu hal yang harus diperjuangkan. Jadi aku benci apabila ada orang-orang
yang mengatakan islam itu tak memikirkan nasib bangsanya, aku benci orang yang
berilmu namun tidak kembali ketanah airnya, aku benci orang kaya yang
investasinya tak terhingga di luar negeri namun tak sedikit pun peduli terhadap
rakyat kelaparan di negaranya, sama halnya aku sangat membenci orang-orang yang
mempunyai kekuatan namun hanya memperkaya diri sendiri, sama halnya dengan
kebencian ku terhadap orang-orang yang merasa kekuasaan di negeri ini hanya
sebuah permainan, dan untuk para koruptor, tak ada satu kata lagi yang rasanya
bisa kami ucapkan untuk meluapkan kebencian kami. Yang bisa saya katakan
adalah, “Tunggulah saat islam kembali berjaya dan menguasai Negara ini, dan kalian
para penjahat berdasi yang meronta-ronta meminta kekuasaan itu kami injak dan
kami hinakan setelah tentunya Allah menghinakan kalian terlebih dahulu. Takbiir,
“Allahu akbar”. Eh eh bentar, ini siapa
yang mau orasi? Kok ribut-ribut di sini sih? Haha
30 januari 2012 , Bandara Kuala lumpur ,pukul
13.00 waktu malaysia
Jadi
gini , sebelumnya saya tegaskan lagi jangan terlalu mempermasalahkan kebenaran
dari waktu dan nama tempatnya ya, karena saya hanya manusia biasa yang sangat
pelupa, tapi insya Allah bukan pembohong hha. Indo-malay itu memakan waktu
sekitar 2 jam , nah berhubung ada perbedaan waktu 1 jam lebih cepat di
Malaysia, jadi di indo ? yap betul baru jam 12, karena berangkat tdi sekitar
pukul 10.00 waktu indo jadi nyampainya sekitar pukul 01.00 waktu Malaysia. Eh
atau sebaliknya ya? Hha tak taulah yang jelas kurang lebih seperti itu, maaf
tak menerima komplain dari pembaca :D
Kami memasuki
bandara yang kata kawan saya salah satu bandara paling megah di dunia. Sekali
lagi tak peduli kalian setuju atau tidak , tapi begitulah katanya, dan memang
kalau di bandingkan dengan bandara soeta, uuh tak tega saya
membandingkannya hha. Heran saya, apakah
kurang dananya atau pengelolaannya? Atau apakah dananya ada namun gak nyampe
semua? *ups becanda pak hha, apasih yang membuat perbedaanya begitu signifikan,
yah sekedar info didalam kawasan bandaranya itu terdapat semcam transportasi
kayak kereta listrik gtu, gak taulah apa namanya dan didalam bandara itu kalau
kita yang baru sekali kesana pasti bingung, ini masih dibandara atau udah di
kawasan mall ya ?? –‘ , begitulah cukup dah, sebenarnya jujur malas juga saya
kalau terus menceritakan kelebihan Negeri orang ini ;)
Pukul 14.00 ,
Setelah
berkeliling di bandara internasional kuala lumpur, lalu kami menuju bagian
imigrasinya, melihat berbagai macam orang dari berbagai Negara, mendengar
berbagai macam bahasa , dari orang timur tengah yang rata-rata perempuannya
memakai baju serba hitam dari atas hingga bawah , bawah yg dimaksudkan disini
bener-bener bawah kawan, sampe berguntai-guntai dilantai, lengkap dengan
cadarnya, heran juga, hampir semuanya seperti itu. Jangan-jangan disana itu ada
semacam otoritas yang mengaturnya kali ya, setiap perempuan yang mau keluar
negeri harus dengan mahramnya dan pakaiannya harus seperti itu, khayalku hhe.
Mendengar percakapan orang amerika latin , kayaknya sih dengan bahasa
argentina, wuih sotoy amat haha. Tibalah giliran ku untuk mengurus imgirasi,
“wah orang
indonesie, nak kemane nih?” aksen melayu banget, Alhamdulillah bertahun-tahun
aku keliling sumatera akhirnya berguna juga haha, karena kebanyakan sumatera
menggunakan aksen melayu hanya sedikit perbedaan bahasanya, except aceh, dari
hampir seluruh daerah di sumatera , bahasa aceh emang agak lain, hampir perkosakatanya
berubah. Mulai lagi sotoy nya wkkw.
“Mau keliling
keliling Malaysia la makcik.” Benar benar tak sopan seharusnya aku menggunakan
kata panggilan miss atau apalah yang lebih sopan untuk seorang petugas bandara
perempuan yang masih muda juga menawan, hanya saja berhubung kosa kata melayu
ku sangat sempit dan terbatas walhasil saya panggil dia makcik yang artinya
kurang lebih seorang bibi, emang gw bibi lu , mungkin gtu kali dalam hatinya ya
haha.
“Yah maksudnya
mau ke mana Malaysia nya?” dalam bahasa inggris kalau gak salah,
“ hm some
university and syariah bank maybe,” ku jawab dengan asal-asalan.
“syariah bank” ?
Tanya nya lagi
“yes , why?”
“nothing, but bla
bla bla bla”
Dengan sedikit
kekesalan ku iyakan saja pertanyaannya dan pernyataannya dengan senyuman,
padahal gak ngerti apa yg dia omongin hha, sudah otak atik aja tu passport, cap
atau apain kek, udah beres ,banyak Tanya ni orang, perasaan orang sebelum ku
tadi gak selama ini dah, Insya Allah saya gak berani macam-macam kok di negeri
orang. Setidak nya belum saat ini hhe ,batinku.
“ Oke , welcome
to Malaysia Mr. Fatih” , sahutnya dengan senyuman ramah
Nah
kan manis kalau gitu, eh bukan orangnya tapi perkataannya haha. Lalu setelah
membereskan koper dan segala macemnya, kami pun segera meninggalkan bandara
mewah itu menuju sebuah bus yang kayaknya udah di carter sebelumnya oleh kak
shutan. Eh kak shutan itu siapa ya? Siapa hayo? Yap benar dia adalah petugas
bandara. Lho? Bukaaan, Tau ah males
ngejelasinnya. Haha
Sedikit gambar di dalam kawasan bandara Internasional Kuala Lumpur
Pukul
15.00 Waktu Malaysia
Kami
menuju KL (Kuala Lumpur) tower, KL tower itu apa ya? Ya tower gitulah, ya cuman
itu, tapi lagi-lagi di sekitarnya itu tempat hiburan gitu, gak bagus-bagus amat
kok, tapi bagus buanget haha, gak gak, biasa aja kok, memang KL tower rasanya
memang tidak terlalu menonjol dan kalah saingan dibandingkan dengan adiknya
Petronas Twin Tower , yang setelah ini akan saya ceritakan.
Pukul
17.30 waktu Malaysia
Kami
pun menuju KLCC (Kuala Lumpur City Centre) *kalau gak salah sih itu namanya,
salah satu pusat perbelanjaan yang cukup sibuk di Kuala Lumpur, Malaysia
atau tepatnya di bawah Menara Kembar Petronas setinggi 5 lantai dengan berbagai
macam toko. Di luarnya, terdapat taman KLCC yang memiliki kolam dengan air
mancur simfonik, kolam dan taman bermain serta trek joging. Nah kali ini memang
keren serius, itu menara kembarnya ampun, kalau kalian tau sungguh tersiksa
kalau mau berfoto dengan latar belakang menaranya namun dapat semua sampai atas
menara, karena ketinggiannya jaraknya juga harus agak jauh, terus fotonya harus
bner-bner dari bawah kayak orang alay, gitulah yang saya lihat ketika anak-anak
akhwat mulai memainkan perannya berasa seperti model-model kelas atas, setiap
sudut foto sana sini –‘ , ntah itu hanya sebuah expresi atau memang klw gak
gitu ya gak bakalan dapet atas menaranya, hm susah jelasinnya , coba sendiri
dah kalau gak percaya haha. Toh gak ada untungnya saya berbohong dan kalau mau
jujur saya juga tak peduli dengan itu semua wkwk.
Kami
pun masuk ke KLCC itu dan berkeliling2 didalamnya, yah biasa mall gitu dah ,
tepat di lantai 4 kalau gak salah kami berhenti, lalu sembari menikmati
pemandangan ke lantai dasar, oh ya jadi biasanya kalau acaranya gak formal
kayak gini, kami di berikan kebebasan berkeliling sendiri2, namun agar lebih
enak dan gampang ngaturnya di bagi jadi bebapa kelompok, saya tentu saja
bersama dengan grup matrix berkeliling bersama. Tiba tiba ada seorang satpam
mendekati kami, lalu berbicara dengan bahasa melayunya,
“wah
dari mana nih?”
“
dari Indonesia pak”
“oh
hendak melancong kesini ya?”
Melancong?
apa lagi itu, kue pancong kali maksudnya ya? Haha, belakangan kami tau arti
melancong adalah jalan-jalan, ehm benar gak ya? Yah sudahlah. Dan kami pun
melanjutkan perbincangan, eh sebenarnya agak sulit di katakan kalau “kami” yang
melanjukan , mungkin lebih tepat kalau saya sendiri yang banyak menjawab
pertanyaan tu satpam, kenapa? Masalahnya gini, khalis orang Kalimantan, namun
sedikit pengetahuan ttg bahasa melayunya walau Kalimantan dekat juga dengan
Malaysia, haris jauh dari melayu begitu juga dengan kang reza, kasyfi? Haah gak
usah di harapkan mukanya aja udah arab banget, gak ada hubungannya sama sekali
dah haha, tinggallah saya sendiri yang dari sumatera sehingga paling
memungkinkan mengerti apa yang di ucapkan si satpam itu. Bla bla bla, jadi
intinya yg saya dapatkan dari perkataan sang satpam itu begini, “percuma
sekolah tinggi-tinggi kalau tidak punya pengalaman, ujung-ujungnya kerja dari
bawah dulu baru sedikit demi sedikit naik keatas (jabatan kali maksudnya). Jadi
mending banyakin pengalaman dulu.” Begitu katanya, mungkin ini juga karena tau
bahwa kami adalah sekumpulan mahasiswa tak jelas dari Indonesia.
“hm,
gitu ya pak? Betul – betul” sahut ku agar sang satpam berhenti berkhutbah,
bukan maksud ku kurang ajar ama orang tua ya, tapi dalam hati aku sebenarnya
ingin mengatakan, wahai satpam yang terhormat, andaikan bapak lulusan sekolah
tinggi di amerika sana saya bisa pastikan walaupun menara kembar itu terbalik,
bapak pasti gak bakal jadi satpam, seminimal mungkin jadi marketing nya atau
apalah, baru perlahan-lahan naik jabatan, tapi kalau menurut bapak mau
memulainya dari bawah dengan pengalaman, misalkan punya pengalaman jadi satpam
selama ribuan tahun sekalipun saya rasa akan sulit kalau mau jadi bos disini,
paling ya jadi ketua satpam nya mungkin. Astaugfrullah ku hentikan lamunan ku
karena takut kualat hhe, atau jangan-jangan ?? saya salah mengartikan omongan
bapak itu kali ya? Kalau iya anggap saja perbincangan diatas tak ada hahaa.
Oke,
lanjut kami keluar dan kami pun melihat kembali kemegahan menara kembar itu
dari luar, Nah khusus untuk menara kembar itu, hm ada sedikit yang menarik nih,
jadi kan di antara menara kembar itu di bagian atasnya itu ada kayak jembatan
yang menghubungkan nya itu ya? Katanya itu salah satu yang membuat menara itu
begitu menarik perhatian dunia, coba bayangkan bagaimana cara membuat jembatan
itu coba? Apakah setelah 2 menara terbuat lalu baru dibuat jembatannya, rasanya
sulit karena angin di atas sana tentu saja tak semelambai angin angin di
daratan , ini berbicara angin di ketinggian bro, bukan sekedar seperti
mendirikan jembatan di atas laut. Atau ketika mendirikan menaranya langsung
disambil membuat jembatannya? Lebih sulit lagi rasanya kalau menara sebagai
penyangga utamanya belum benar-benar kokoh, bisa-bisa malah roboh. Tak taulah,
bagi kalian yang jurusan arsitek atau teknik sipil atau apa itu, harap segera
menunaikan kewajiban kalian salah satu caranya dengan menjelaskan hal ini
kepada saya hho.
Lihat ada jembatan kan di atas sana? yah saya tak tau gambarnya tak jelas, tapi lumayanlah hargain dong haha
Ini lambang petronas yang terkenal itu , muter muter terus ni lambang
Cukup
dengan KL Tower dan KLCC ? yah cukuplah hari pertama ini, akhirnya kami menuju
hotel tempat kami akan bermalam selama di Malaysia. Nama hotelnya apa ya? Lupa
ah, tapi yang jelas hotelnya gak terlalu mewah namun cukup untuk melepas lelah.
Satu kamar 4 orang, jadi kasyfi tidak sekamar bersama kami. Cukup untuk hari
ini dan kami semuapun terlelap karena menjalani hari yang melelahkan namun
menyenangkan, esok hari insya Allah akan lebih baik dari hari ini. Sekian .
Eh bentar ini perasaan saya saja
atau apa ya, ada yang ketinggalan rasanya? Hm hmmm , (mikir ceritanya), UDAH
SHALAT BELUM WOY? Hahaa lupa boy lupa sori sori, tenang-tenang, Alhamdulillah
untuk yang satu itu tak ada alasan apapun untuk kaum adam meninggalkannya, lain
cerita dengan kaum hawa hhe, tapi yah tentu saja “jamak” menjadi satu kata yang
sangat indah sepanjang perjalanan kami ini, bukan bermakna jamak di bahasa
Indonesia yang artinya lebih dari satu ya, tapi itu adalah kemudahan yang
diberikan Allah kepada para musafir agar bisa melakukan shalat di perjalanan.
Loh emang ente musafir? Iya dong, hha
Hari ke 2 di tanah seberah, 31
januari 2012
Udah
mau jam setengah 7 ???? bangun woy, belum pada shubuh nih, sreeeg ku sibakkan
tirai dan teng nong, kok cahaya mataharinya gak masuk kayak di tv tv gitu ya
aha,ternyata memang masik gelap –‘, lupanya saya kalau ini di Negara orang
bung, jadi kalau gitu , yap di indo baru jam 5 lewat, terlalu pagi untuk
menyibakkan tirai, walhasil Alhamdulillah kami tak terlalu telat shalat shubuh,
hhe :D
Mau
kemana kitaaa? UKM , unit kesehatan masyarakat?, bukan bukan, tapi Unversitas
Kebangsaan Malaysia. Ini dia saatnya acara formal kawan yups..
Pukul
08.00 Waktu Malaysia,
Bus
kami memasuki kawasan UKM, gak wah wah amat ternyata, masih jauh gedean kawasan
IPB rasanya , yah tapi jauh-jauh ke Malaysia bukan jumlah atau lebar tanah yang
ingin aku bandingkan rasanya, tapi tentu saja perbandingan pendidikannya yang
aku cari , ekonomi khususnya, kenapa ekonomi? Ya terserah saya dong, lagian masa
kedokteran? Mana ngerti saya hha.
Memasuki
sebuah ruangan yang kayaknya merupakan ruangan untuk tamu internasional gtu,
untuk seminar2 pasti disini rasanya diadakan , pikirku. Wah berasa orang
penting dah wkwk. Dan seseorang pun berbicara mungkin rektor atau siapanya gtu
ya, ah gak pedulilah, biasa kata sambutan dan macam-macam basa basinya, orang
melayu kan terkenal ramah-ramah hhe, dan seseorang dosen dari jurusan ekonomi
akhirnya berbicara, Hm jadi apa yang akan kita bicarakan sekarang? Tu dosen
ngelawak hha, tapi memang benar sih, aku juga bingung dia mau ngomong apa, masa
mau menjelaskan ttg perekonomian Malaysia? Maksud ku siapa yang peduli, toh
kami juga bisa baca di internet, atau mau menjelaskan perekonomian Indonesia?
Malu lah kami, seakan-akan kami tak mengerti bobroknya sistem ekonomi kami, eh
koreksi , bukan sistemnya yang salah tapi orangnya oke? Setuju? Gaak setuju?
Untuk kali ini boleh lah kalau ada yang mau debat, tapi sebenarnya berawal dari
sistem juga sih, gimana ya ngomongnya, yah kalau gak mau sistem ekonomi pancasila kita
disalahkan, berarti saya ingin mengatakan
ada sistem yang lebih baik, apa itu? Sistem ekonomi islam kawan, karena sistem
ini bukan buatan manusia , tapi tuhan semesta alam sehingga tak ada dan tak
akan pernah ada kelemahannya, tinggal siapa dan bagaimana menjalankan sistem
ini, eh kok malah saya yang ribut, tu dosen belum ngomong woy hha.
Akhirnya
dia pun hanya menjelaskan tentang pertanyaan bagaimana kalau mahasiswa luar
ingin belajar disini, jadi syaratnya sederhana ternyata, IP harus di atas 3 dan
toefl ny minimal 550 gitu dah, dan bayarannya, ketika ditanya S2 perbankan ,
biayanya sekitar 2000 RM per semester, udah tau 1 Ringgit Malaysia berapa
Rupiah? Sekitar 3000 rupiah berarti sekitar 6 juta persemester, rata-rata
program master itu 2 tahun berarti sekitar 24 juta totalnya, sedanglah kalau
begitu. Apanya yang sedang namanya duit ya tetep mahal yak wkwkw .
Acara
berakhir dengan foto-foto dan hidangan makanan, emang ramah uy, hhe. Yah untuk
permulaan UKM cukup membuka mata ku bahwa sebernya Indonesia gak kalah kok dari
Malaysia dalam bidang pendidikan setuju? ;)
Pukul
11.00 waktu Malaysia
Lembaga
Zakat Selangor, tereng tereng itulah tulisan depannya, kami menuju tempat
pengumpulan zakat terbesar di Malaysia kawan, tempatnya nyaman , aman dan
tentram. Lagi-lagi penyambutannya ramah dan kami pun mengadakan pertemuan
kembali disebuah ruangan seperti sebelumnya. Bla bla bla sang bapak yang
sedikit gemuk itu terus berceloteh ria menunjukkan kemajuan dan kelebihan
lembaga zakat ini, seakan kami eh maksud nya seakan saya peduli dengan itu
semua hha, tapi ada satu hal yang menarik kawan, mungkin ini bisa diambil
pelajarannya, dari data yang dia berikan pertumbuhan jumlah disana sangat
signifikan apa strategi mereka? Catat ini, mahal lo ini , awas kalau lupa, jadi
disana lembaga zakat Selangor itu sudah diberikan wewenang oleh pemerintah,
apabila seseorang telah membayar zakat maka kewajiban dia membayar pajak bisa
dihapuskan, keren kan? Tinggalkan sejenak keegoisan kita, akuilah cara ini
sungguh efektif, fikirkan apabila kalian sebagai orang muslim, yah
parah-parahnya muslim ktp lah, pasti kalian takut dengan neraka bukan? Jikalau kalian
diharuskan memilih antara membayar zakat yang notabenya perintah Allah dengan
membayar pajak yang notabenya perintah Negara, mana yang kalian pilih? Tidak tau
dengan kalian, kalau saya seorang pengusaha yang insya Allah berakal sehat
tentu saja saya akan memilih berzakat, neraka itu panas cuy haha, atau kalian
bukan orang muslim? Nah itu dia masalahnya, gimana ya ngjelasinnya? Yah pilih
sendiri dah kalau gitu, mari sedikit berhitung, kalau zakat itu nilainya 2,5 %
, kalau pajak itu bisa sampai 10% kan? Buktinya saya sering mendengar kalimat
PPN 10% ? nah besaran mana? Pajak kan haha gak gak bercanda, ini hanya sekedar
membuka mata kita atau kalian tak takut dengan neraka? Ya sudah urus saja
dirimu sendiri kalau begitu hahaa.
Itulah salah
satu perbedaanya, di Indonesia hal sederhana seperti ini masih sulit dilakukan
kawan, tak taulah alasannya yah paling beralasan kalau Indonesia inikan bukan Negara
islam gak bisa seenaknya gitu menetapkan syariat islam, oke kalau gitu sekarang
saya Tanya , Indonesia Negara apa? Negara Kristen? Atau hindu? Atau malah
komunis? Gak kan? Indonesia itu Negara demokrasi, oke, Kalau di kembalikan
kepada demokrasi suara terbanyaklah yang menang, lah muslim di Indonesia dari
yg dahulu sekitar 96% , walaupun banyak yang ntah bagaimana bisa pindah agama
sekarang menjadi sekitar 86% jumlahnya di Indonesia, tetap bisa dikatakan
sangat mayoritas, masih wajarkan kalau Negara ini sedikit demi sedikit
ditegakkan syariah islam? Toh anda yg nonmuslim tidak dan sangat tidak
dirugikan dengan zakat, anda masih bisa membayar pajak. Atau berbicara pluralisme?
Hedeh basi kawaaan.
Dan
tibalah saatnya diberikan kesempatan bertanya, Alhamdulillah saya di berikan
kesempatan pertama untuk bertanya, saya mengajukan dua pertanyaan sebenarnya
saya lupa sih saya nanya apa –‘ yang jelas salah satunya saya bertanya begini,
bagi kami pelajar dari luar Malaysia, apabila ingin nmelanjutkan studi disini,
adakah kemungkinan mendapatkan beasiswa dari lembaga zakat Selangor ini? Karena
tadi dari paparan bapak diatas ada dana yang disisihkan untuk social dan
pendidikan bukan? Begitulah pertanyaan saya, sungguh pertanyaan yang hanya
memikirkan diri sendiri , biarin lah haha. Dan jawabannya pun seperti yang saya
duga, “wah sepertinya sulit dek, karena dana itu akan dikhususkan terlebih
dahulu untuk rakyat atau pelajar dari dalam negeri dlu, adek bisa nyari
beasiswa ke departemen luar negerinya atau dari dalam negeri adek sendiri, tapi
mungkin saja kalau memang ada kesempatan.” Dengan bahasa melayunya kurang lebih
seperti itu yang saya tangkap
Cuih,
pelit amat sih ni orang. Batinku hahaa, begitulah yah bukan salah dia sih , ini
memang salah ku yang terlalu beharap wkwkw. Dan kunjungan pun ditutup dengan
lagi-lagi sebuah jamuan makan, terbesit di fikiran ku, wah ni kak shutan
sebagai penanggung jawab acara bakal untung gede nih, gimana gak? Setiap kunjungan
kami dikasih makan, lah otomatis minimal uang jatah makan kami masuk kantong
nya dong? Mantep juga yah aha, Pokoknya aku harus menjadi tourguide juga nanti,
kalau gak kemalaysia berarti ke mekah lah, naik haji atau umroh, mimpi lu,
bahasa arab aja gak kelar-kelar , lah serah gua dong , haha, suatu saat aku
pasti bisa :D
Begitulah
ini baru dua tempat formal yang aku kunjungi, setelah ini kami akan menuju IFSB
, tau apa itu? Yah aku tau kalian pasti tak tau dan tak peduli hha,, IFSB itu Islamic
Financial Services Board, *kalau gak salah itulah kepanjangannya. Apa itu? Itu adalah
lembaga yang mengatur Islamic financial di Malaysia bro, wuih bangunannya macem
di film film itu , nantilah saya lanjutkan ceritanya kapan-kapan ya, rasanya
sudah lumayan pelajaran yang didapat dari bebarapa pengalaman saya di beberapa
tempat, ??? teng nong, satu statement yang sungguh tak beralasan Pelajaran apa
coba, yang ada juga pengalaman2 konyol haha, terserah kalianlah, kalian bebas
menilainya, tapi sekali lagi saya tak terima complain dari pembaca toh saya tak
menyusahkan kalian ketika menulis ini kan? hha sekian dulu untuk saat ini terimakasih
atas minat membacanya
Assalamu’alaykum..











Tidak ada komentar:
Posting Komentar