Kamis, 19 April 2012

SYADDU RIHAL ILAL AQSHA


 Perjalanan Menuju Pembebasan Masjid Al Aqsha

Gaza.. Gaza.. Gaza..
Semuanya bermula
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Tanah para syuhada
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Kemenangan kan nyata
Gaza.. Gaza.. Gaza..
Palestina merdeka
                Bersorak, bernyani, meloncat, sambil bertakbir  dan dengan suara lantang meneriakkan,
“Satu kata untuk palestina, BEBASKAN”
“Dua kata untuk palestina, BEBASKAN PALESTINA”
“Tiga kata untuk Palestina ,BEBASKAN PALESTINA ALLAHUAKBAR”
                 Begitulah kira-kira semaraknya acara penggalangan dana sekaligus pelepasan relawan berjumlah sekitar 8 orang ke palestina, bersama kurang lebih 8 orang teman-teman ku kami datang dari bogor untuk ikut andil dalam acara didepok itu.
                Izzatul islam, Arruhul jadid, dan beberapa grup nasyid lain ikut meramaikan acara tersebut, namun minus satu, sohaaaaaaaaaar gak adaaaaaaaa  , yap minus shoutul harokah, sibuk kali ya, andaikan ada wuiiih lengkap sudah , namun apalah daya Allah berkehendak mereka tak datang, namun izzis dan arruhul jadid pun rasanya sudah cukup membuatku dan teman-teman ku berkeringat karena loncat sana sini hahay mantep dah  
Ini Panggung Utama nya kawan,











Tau siapa orang tua disamping? Bukan , bukan kakek kakek nyasar , enak aja hha, beliau adalah taufik ismail bro, bersama dengan seorang pemuda dari palestin sedang membacakan puisi, udah tua namun semangat jihadnya luar biasa, salah satu yang dikirim ke palestina juga lo




Senin, 16 April 2012

Jenis-Jenis serta Dampak Negatif RIBA

-->

                 Terdapat beberapa jenis jenis Riba, yang Insya Allah akan coba saya bahas disini,
1.   Riba Al-Fadhl
  • Riba ini muncul karena adanya pertukaran dua barang sejenis dengan kelebihan/tambahan pada salah satunya.
  • Diskusi tentang riba al-fadhl muncul dalam hadis ketika emas, perak, gandum, roti, kurma dan garam ditukar di antara barang tersebut harus dilakukan saat itu juga serta harus sama dan sejenis.
2.   Riba An-Nasi’ah
  • Berasal dari kata nasa’a yang berarti menunda atau menunggu.
  • Riba Nasi’ah adalah riba yang timbul karena adanya tambahan dari nilai premium yang diperjanjikan karena terjadi penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya.
  • Riba ini merupakan tambahan atas pinjaman.

Namun terdapat sedikit perbedaan pendapat, yah disini perlu saya jelaskan perbedaan dalam fiqh muamalah itu sering terjadi tapi Insya Allah semuanya berasal dari sumber yang sama yaitu Al-Quran dan Al Sunnah.
Ada juga yang membagi RIBA menjadi 2 garis besar dulu baru kemudian di jelaskan lebih rinci lagi agar lebih, misalkan saja yang terdapat dalam buku “Bank Syariah dari teori Ke praktik” karya DR.M.Syafii antonio, beliau membagi RIBA menjadi
Ø  Riba utang piutang, terdiri dari :
•          Riba qardh: suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang, contohnya Bunga.
•          Riba Jahiliyah : utang dibayar lebih dari pokoknya karena si peminjam tidak mampu membayar utangnya pada waktu yang ditetapkan.

Di Balik Sudut Kecil Kota Jakarta



            Magrib yang kelam di kota bogor, kota yang disebut kota hujan ini benar benar kota hujan, setelah hampir seharian mendung, sang awan menumpahkan juga isi perutnya ketika azan magrib berkumandang. Deras, deras sekali sampai sampai dapat membuat alasan untuk tidak shalat kemasjid namun tetap saya lakukan, menerjang badai dan hujan untuk berjalan menuju masjid , ya iyalah orang jarak kamar ke masjid hanya beberapa langkah hehe, namun satu yang kufikirkan jadikah aku pergi malam ini? Menghapus lelah dan penat sejenak kehidupan keras di asrama dengan bermain main kerumah seorang teman liqo di jakarta. Setelah shalat isya akhirnya kami putuskan untuk tetap pergi karena nampaknya hujan sudah mulai berganti dengan gerimis. Setelah sedikit beres beres, kami berangkat menuju stasiun, lalu naik kereta menuju keramat jati, jakarta timur, (kalau gak salah). Sampai di stasiun keramat jati kami naik angkot 2 kali lalu sampailah kami di rumah saudara saya itu.
 sederhana, tak terlalu besar, sedikit berantakan,  kertas disana sini, bahkan terkesan sempit karena banyak barang-barang , waduh jujur amat yak , tapi ada perasaan aneh yang saya rasakan ketika memasuki rumah tersebut, sebuah kerinduan yang ntah datang darimana, pikirian saya melayang jauh menuju pelabuhan merak lalu menyebrangi selat sunda hingga sampai di pelabuhan bakauheni di lampung, terus berjalan hingga melewati palembang terus mencapai daerah jambi lalu naik ke gunung kerinci terus turun lagi, bermain main di kebun tehnya, sungguh tak jelas mw kemana,  belum belum, fikiran saya terus ke ibukota sumatera barat, masuk kota padang sampai di sebuah perumahan bernama belimbing, Jeruk 3 nomor 6, memasuki rumah yang sederhana , perkarangannya, dindingnya sampai bau tanah tempat saya sering bermain kelereng pun rasanya masih jelas terbayang, rumah tempat aku menghabiskan masa kecil ku selama kurang lebih 5 tahun, indah ,tenang dan damai begitulah yang kuingat dari rumah ku itu dulu.
“Eh tih, itu kue nya di makan,” kata kawan ku itu sambil menyodorkan sepiring berisi kue2 kecil. “yoi , makasih makasih, gak usah repot-repot, yang ada keluarin aja semua,” jawabku dengan penuh percaya diri haha. Pandangan ku kembali menyapu ke seluruh ruangan, berantakan tapi damai, rasanya seperti kembali kemasa-masa itu, sungguh kerinduan yang tiba2 menusuk. Lalu melihat adik-adiknya yang masih kecil , gemes dah, dan akhirnya pandangan ku tertuju ke sebuah kertas iklan, yah kurang lebih seperti brosur gtulah, ketika ku baca judulnya sangat menarik, mau tau ya? Gak mau? Ya udah siapa juga yang peduli haha.
“Hidayat-Didik, Ayo bereskan jakarta” begitulah, sebentar lagi pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI JAKARTA. Aku baca brosur ttg riwayat pendidikan dan organisasi ke2 orang tersebut, menarik dan sedikit menyita perhatianku, setelah selesai membolak-balik brosurnya kututup dengan berdoa untuk kemenangan pak hidayat ini, semoga pak hidayat menang dan partainya berkuasa sehingga islam kembali berjaya di negeri ini amin. Malah kampanye –‘ haha bodo amat, terserah saya dong,  lalu penasaran aku bertanya, “orang tua antum mana?” , “belum pulang, lagi rapat kayaknya” , jawabnya. mendegar itu aku langsung tersenyum, kayak abi  buanget, malem2 belum pulang, rapat teruuus, gak sudah sudah memikirkan umat haha. Lalu tak lama kemudian orang tuanya pulang, dan tak selang beberapa menit sudah keluar lagi, oalah sibuk amat ni orang, pikirku, padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, penasaran aku keluar dan ternyata apa yang sedang beliau lakukan? Sedang menempel sebuah poster “Hidayat-Didik” ternyata, wah timses nih kayaknya hahay. Hingga akhirnya kawan saya tersebut berkata,
“eh tih yuk kita jalan , udah malem nih.”
“yang bilang siang siapa? –‘ , emang kita mau jalan kemana malem2 gini?” tanyaku
“ke Kalibata, kita tidur disana aja, gak enak disini, agak sempit dan lagi pada sibuk kayaknya.”
“loh , kenapa? Ane suka kok disni.”
“ya gak papa kita kesana aja .”
“woke ane ikut antum aja lah”
“sip lah.”

            Lalu menaiki motor sederhananya kami bertolak dari keramat jati menuju kalibata, berasama adek kecilnya yg bernama ibrahim, biasa di panggil aim, yah biasa panggilan imut seorang anak yang belum genap berumur 3 tahun itu. Saya penasaran apakah ketika umurnya sudah mencapai 40 tahun masih di panggil aim haha. Sejenak saya tinggalkan keluarga aktivis , wih aktivis, keren bener yak bahasanya, begitulah. Lalu sampailah kami di daerah kalibata, memasuki sebuah perumahan, dan saya membaca tulisan di gerbangnya, karena sudah gelap dan mata saya sedikit mengantuk kayaknya saya salah baca atau apa, kalau gak salah tulisannya seperti ini ,
 “RUMAH JABATAN ANGGOTA DPR-RI KALIBIATA JAKARTA”
??? ha serius nih? Ah kayaknya kawan saya ini salah masuk perumahan, atau memang mata ini minusnya semakin parah kali ya, tak taulah, dan akhirnya kami memasuki sebuah rumah , 2 tingkat , 4 kamar atau mungkin 5 lengkap dengan kasur empuk atw biasa di sebut springbed ya,  3 atau 4 kamar mandinya ya, ( maaf gak tau jelas, rumah orang uy haha) ruang tamu, ruang tengah, dapur , garasi dan ruangan2 kosong ntah apa gunanya kyknya sih untuk kantor atau ruang kerja, dan ada lagi ruangan untuk pembantu kayaknya di bagian dekat atap, yah gak gede dan mewah mewah amat sih, cuman mewah banget haha, pokonya jauh dari rumah yang sebelumnya,  tapi teng nong sepi luar biasa, disana cman tinggal seorang anak sma kelas 1 bernama hafid yang kyknya di tugasi untuk menjaga rumah tersebut, hampa, begitulah pandangan pertama ketika saya memasuki rumah tersebut.
            “ Kita nginap disini?” tanyaku
            “ yap, disini lebih luas”. Jawabnya
            “hm yah luas sih, tapi..”
            “kenapa ? ada yg aneh?”
            “ gak gak, emang ini rumah antum?” , Sungguh pertanyaan yang benar-benar tolol , udah jelas tulisannya rumah jabatan, ya jelas rumah dinas milik pemerintah --‘
            “ya bukanlah, “
            “Jadi orang tua antum anggota DPR?”
“Bukan – bukan, ada saudara aja, jadi rumahnya jarang dipakai, kalau ada tamu-tamu aja biasa di pakai”
            “ooh gitu,” kata ku seolah tak terlalu peduli.
 Tak ingin rasanya bertanya lebih lanjut masalah pribadinya, cukuplah aku tau malam ini akan menginap di rumah mewah. Ini mah rasanya bukan jadi kayak nginep di rumah kawan, tapi kayak pindah ke hotel, gak seru ah batinku.
“Eh tau gini kemaren pas ke jakarta ama anak-anak mau ke IBF , malemnya mending kami kesini aja ya?” aku memulai perbincangan lagi .
            “ Loh emang kalian gak jadi ke mesjid BI?”
“apaan, di kunci uy, kami agak kemaleman datangnya, heran ntah kenapa mesjidnya gak 24 jam, mungkin orang BI nyimpen duit jga di mesjid kali ya haha, akhirnya kami kerumah arif di bekasi” kataku
“Jadi mabitnya gak jadi?”
“Yah gtu dah,tapi Insya Allah niatnya udah, ttp dpt pahala lah hehe.”
“Yah kalian gak ngomong sih, ane waktu itu pas lagi ngumpul ama keluarga besar jadi gak bisa ikut.”
“Ya udahlah mw diapakan”

Begitulah, lain waktu saya pernah bersama sekitar 11 orang anak2 liqo juga pernah maen ke jakarta untuk mencari buku atau tepatnya menghabiskan uang, yang penting jelas dari pada menghabiskan uang untuk orang orang yang tak jelas mending beli buku, yang tersinggung tersinggunglah, karena sesungguhnya saya benar benar tak peduli haha, sempat terlantar malam harinya di jakarta karena tak ada penginapan, seru abiis tapi bukan waktunya membicarakan itu sekarang, kapan kapanlah kalau ada umur panjang :D
Lanjut , akhirnya malam itu kami habiskan waktu dengan mengobrol bersama, saya , kawan saya , dan seorang anak sma kelas 1 dan adek kecil berumur kurang dari 3 tahun di sebuah rumah yang saya rasa bisa diisi lebih dari 10 orang, sesekali bermain PS 2, bola tentunya, alhamdulillah saya menang beberapa kali, gak penting –‘ . Kemudian ketika jam menujukkan setengah satu pagi, kawan saya menuju kamar di lantai 1, dan berkata,
“Tih, kalau antum mw tidur dilantai atas aja ya,”
“Ah gampanglah, ntar ane lihat2, paling ane tidur di sofa ini aja.”
“janganlah, mending di atas aja.”
“ya ya”. Sahutku sambil membaca artikel di sebuah website.
Akhirnya aku naik keatas, melihat lagi 3 kamar besar lengkap dengan springbednya dan ac nya, sungguh menggiurkan , sayangnya dari 3 kamar itu saya tak menemukan tempat yang nyaman untuk tidur, gaya amat yak , padahal emang biasa tidur di lantai ni hehe, dan ujung-ujungnya saya tertidur di atas sofa bersama laptop yang menyala..
Pagi yang cerah, shalat subuh agak telat namun belum terlambat, pagi yang indah untuk jalan-jalan melihat perumahan mewah anggota DPR rasanya,
“eh , jalan-jalan yuk.” Ajakku
“kemana?”
“Muter-muter aja”
“oh ayok lah”

            Berkeliling melihat-lihat , yah tak perlu lagi ku jelaskan lagi , satu hal yang pasti dari setiap rumah dinas semua rumah sama bro, hanya di bedakan dengan nomor, penasaran aku bertanya lagi tentang mesjidnya, setelah melihat-lihat, afwan ini hanya pendapat pribadi ya,  yah cukuplah untuk dikatakan sebuah mesjid bagus, hanya kalau di fikirkan ini perumahan dinas DPR seharusnya mesjidnya bisa 200 kali lipat lebih bagus dari ini , berapa sih anggarannya tak akan melebih anggaran toilet di DPR kurasa?? haha, yah minimal 2 tingkat atau gmana kek, tapi mungkin yang buat juga mikirnya gini, “Berapa banyak sih anggota DPR yang mau shalat kemesjid?” jadi mungkin itu juga menjadi salah satu alasan sehingga mesjidnya tak terlalu besar dan mewah seperti halnya rumah rumah persinggahan mereka. Maaf pak bercanda :D
            Sempat mencicipi mesjidnya dengan shalat duha, dan berkeliling-keliling sendirian dengan motor dan sempat melihat cengiran satpam karena benar-benar keliling mencari rumah kawan saya itu. “Ni orang pasti baru dateng, daritadi muter muter kayak orang tolol,” begitulah yang saya fikirkan dari cengiran sang satpam itu haha. Rencanya saya mau diajaknya main ke TMII, tapi karena kayaknya hari udah siang akhirnya kami putuskan untuk balik kerumah kawan saya yang di keramat jati agar sorenya bisa balik ke asrama.
            Keramat jati,  sekitar pukul 14.00
Rumah sederhana itu kumasuki lagi, kali ini lebih terlihat lebih rapi,
            “Bentar ya ane mau kedalem dulu.” Sahut kawan saya
            “Eh ane mw rebahan nih, disini emang gak papa?” ketika itu sedang berada di ruang tamunya.
            “Hem, janganlah kita ke atas saja.”
            “Okeeh,” aku menurut sama tuan rumah tentunya.

            Lagi-lagi bagian atasnya , afwan kayak kapal pecah, eh tapi ini kawan ane sendiri yang ngomong :D, “benar-benar kayak kapal pecah ni rumah” begitu katanya. Aku hanya tersenyum, tak sedikitpun suasana ini membuatku tak nyaman, jujur justru aku merasa rileks berada disini, lalu aku merebahkan diri di kamarnya yang berisi sekitar 4 kasur sederhana yang disitu juga ada adek2nya yang laki-laki sedang khusyuk dengan laptopnya.
            Pulas hingga ketika ashar aku tak sempat kemasjid, karena sdikit terlambat, asik sih, rumahnya gue banget kayaknya haha, udah lama gak bertemu dengan suasana seperti ini sih, suara berisik adek-adek nya yang bermain , kadang ada suara anak perempuan yang menangis, pasti abangnya ada yang jahil, gak kayak saya yang tak pernah membuat adek nangis, boong banget haha , suara umminya yang lagi masak waaa kangen rumaaaah uy.
            Magrib,
Sedikit ada insiden, sendal gunung ane yang baru beli hilang bro hik hik , curhat nih bang? Haha. Gak sekedar info aja, ke mesjid jangan make sendal bagus, kecuali kalau udah ikhlas dan niat mau berinfak hehe, yah Insya Allah ikhlas lah kehilangan sendal itu, *ikhlas ngomong-ngomong, apanya yang ikhlas yak –‘ wkww,  hanya saja saya berfikir yah bayaran dari perjalanan yang menyenangkan ini rasanya pantas lah untuk sekedar kehilangan sendal gunung ;)
Ba’da isya,
Di mesjid yang sama, sendalnya masih tak ada ternyata, ooh masih ngarep toh –‘, ya iyalaahh wkwkw,          
“ayok tih kita siap-siap balik ke asrama” sahut kawan ku di jalan menuju rumahnya dari masjid.
“Yoi”. Jawabku santai
            Setelah pamitan dengan orang tuanya kami pun berjalan menuju angkot, sebagai cerita penutup, ada yang sedikit menarik di angkot, gak sengaja di tengah keramaian jakarta kami dapat angkot yang kosong, dan si mamang angkot yang kayaknya sudah tua dan bangka hha, gak ding tua aja gak make bangka, bangka itu kampung saya tempat yang indah yang tak bisa disangkut pautkan dengan ni abang angkot, apaan sih geje banget yak wkwk, dan kemudian dia tiba tiba nyeletuk,
“hmm, kalau dulu motor dan mobil seramai ini di jakarta pasti mau kampanye, sekarang mah rame terus.”
            Ya iyalah bang, namanya juga ibu kota, kalau papua kali dah. Tapi dalam hati hehe
“wah iya ya bang?” tanyaku pura-pura bego, nenek-nenek juga pasti tau klw jakarta padetnya minta ampun.
            “yah begitulah, gimana kalau ntar ada kampanye ya? Pasti lebih rame nih”
            “hha , iya mungkin gtu bang .” sahutku tak terlalu tertarik.
“eh ngomong-ngomong kalian ntar milih siapa? Sebentar lagi kan pemilihan gubernur kalian tinggal di jakarta kan?” . Si abang ini ngoceh lagi, tapi kali ini menarik kyaknya
            Saya biarkan kawan saya yang menjawab.
            “iya bang tuh di keramat jati.” Jawab temanku
            “Jadi kalian ntar milih siapa?” tanya nya lagi kayak badan survei aje
Saya tersenyum, gak tau dia nih bapak orang yang ditanya timses hidayat-didik wkwkw. Saya biarkan kawan saya yang menjawab,  ya iyalah masak saya yang mw jawab, milih kagak –‘
“kami kayaknya milih pak Hidayat pak” . sahut kawan ku,eh bntar, katanya tadi kami? Lu aja kali gw kagak. Haha
            “ooh wah hidayat, berarti ada kader PKS nih hehe” kata sang abang angkot nyengir
            “gak gak kami milih karena pak didik juga.” Kata kawanku lagi
Ehem ehem aku batuk yang tak perlu, “emang bapak milih apa pak?” tanyaku membalas pertanyaan si bapak karena kayaknya kwanku mulai terdesak dengan penyataan si bapak  :D
“hem saya ya? Sebenernya saya pada awalnya agak apatis dengan pemilihan ini. Yah rasanya tak akan ada yang jauh berubah siapapun pemimpinnya. Tapi kalau ditanya saya milih siapa saya ada 2 kandidat sih, yah kita kan negara demokrasi jadi bebas toh. Tapi ini saya baru nglihat-lihat aja belum terlalu yakin.”
            Iya iya, ni tukang angkot udah kayak pejabat yang birokrasinya berbelit-belit, ngomong muter muter jawab aja langsung woy hha ,
            “yang pertama saya kayaknya lebih condong ke jokowi, karena melihat solo sekarang kayaknya ada kemajuan, orangnya juga merakyat, sering  kemasyarakat tanpa ada pengawalan , yang kedua kayaknya faisal.”
            “Oh gitu ya pak, ya ya ya betul juga.” Jawab ku seolah olah sependapat dengan pernyataan si bapak angkot, tak taunya dia kalau-kalau preman di pasar itu anak buah jokowi semua, sama halnya dengan partai “sensor” yang dimana mana banyak preman menjadi anggota partai mereka, jadi ya wajar aja dia gak bawak pengawal, memang udah pengawal semua di sekitar dia, paling cuman mau nyari muka, astaugfirullah jadi seudzon dah ama jagoan si supir angkot ini haha . yah ini juga berbicara berdasarkan fakta yang banyak saya temui kok. Dan bolehlah  saya menshare ini untuk kalian gratis silahkan di baca wahai para pemuda-pemudi islam 
http://www.shoutussalam.com/read/in-depth/12737/di-balik-pencitraan-dahlan-iskan-dan-jokowi
wallahua’lam , kebenaran hanya Allah yang tau, cukuplah bangsa yahudi terkutuk itu mencampuri urusan negara kita, Demi Allah saya tidak rela bila negara ini benar benar di pimpin seorang yang ada hubungan dengan yahudi.
            Tapi yang pasti pelajaran yang saya dapat, rakyat itu cinta apabila merasa pemimpinnya itu benar-benar peduli, tak perlu ribet-ribet mengurusi korupsi, tak perlu bersuara keras untuk menentang kenaikan BBM sehingga bakal di keluarin dari koalisi, sekedar main – main kepasar aja mereka udah seneng, apalagi kalau dikasih "oleh-oleh sedikit" , Eh eh ngawur –‘ haha. Begitulah dan akhirnya saya kembali ke asrama dengan perasaan yang bahagia karena banyak mendapat pelajaran dari perjalanan singkat ini, keserdahanaanmu, ketenanganmu,perkataan dan candamu sungguh menjadi pelajaran, terimakasih kawan, sungguh aku mencintaimu karena Allah ya akhi ^^


Senin, 26 Maret 2012

Hisablah dirimu sebelum dirimu dihisab



Umar bin Al Khattab berkata : “hisablah dirimu sebelum dihisab, dan timbanglah sebelum ia ditimbang, bila itu lebih mudah bagi kalian dihari hisab kelak untuk menghisab dirimu dihari ini, dan berhiaslah kalian untuk pertemuan akbar, pada saat amalan dipamerkan dan tidak sedikitpun yang dapat tersembunyii dari kalian.”

Saudaraku sekalian, pernahkah kita menyendiri dan menghisab apa yang telah kita katakan dan kita perbuat ? pernahkan kita satu hari menghitung keburukan kita sebagaimana kita menghitung kebaikan ? bahkan apakah kita pernah mengkhayal tentang ketaatan kita yang kita banggakan ? bila kita mendapatkan bahwa kebanyakan dari amalan kita itu dipenuhi dengan riya' lalu bagaimana mungkin kita dapat bersabar pada keadaan seperti ini, sedangkan perjalanan hidup ini selalu penuh dengan liku liku dan godaan, bagaimana mungkin kita akan menghadap Allah sedangkan kita dipenuhi dengan beban dan dosa-dosa ? Karena itu marilah kita mulai berbenah diri , salah satu caranya dengan muhasabah diri sendiri.

Beberapa macam muhasabah diri
Muhasabah diri terbagi menjadi dua : sebelum perbuatan dan sesudah perbuatan.
1.      Macam yang pertama : muhasabah diri sebelum perbuatan yaitu seorang hamba melihat awal kemauannya, dan jangan bersegera beramal hingga jelas perioritas amalannya. Al Hasan berkata : Allah memberikan rahmat kepada seorang hamba yang melihat tujannya, bila tujuannya karena Allah dia melakukannya, dan bila tidak dia mengakhirkannya.
2.      Macam yang kedua : muhasabah diri setelah perbuatan


Cara bermuhasabah diri
Imam Ibnul Qoyyim RA menyebutkan bahwa muhasabah diri dapat dilakukan dengan :
  • Memulai dari melihat perbuatan-perbuatan yang wajib, bila dia mendapatkan kekurangan maka usahakan memenuhinya.
  • Kemudian larangan-larangan Allah, bila dia mengetahui bahwa dia telah berbuat satu dosa, maka tutuplah dengan taubat, istighfar dan kebaikan yang dapat menghapusnya.
  • Bermuhasabah diri atas kelalaian, dan menutupinya dengan dzikir dan menghadap Allah.
  • Bermuhasabah diri atas gerak-gerik anggota tubuh, ucapan lisan, perjalanan kedua kaki, perbuatan tangan, dan pendengaran kedua telinga, apa yang kamu inginkan dengan ini semua ? dan untuk siapa dia melakukannya ? dan demi apa kamu melakukannya ?


Beberapa faedah muhasabah diri adalah :
1.        Melihat aib diri sendiri, dan barang siapa yang tidak mampu melihat aibnya sendiri maka dia tidak mungkin menghilangkannya.
2.        Bertaubat, menyesal dan berusaha mengganti yang tertinggal dikala mampu.
3.        Mengetahui hak Allah, karena dasar muhasabah diri adalah bermuhasaba atas keteledorannya terhadap hak Allah.
4.        Merasa banyak salah dihadapan Allah.
5.        Mengetahui kebaikan Allah, ampunan, dan rahmat-Nya terhadap hamba-Nya bahwa Dia tidak menyegerakan memberikan balasan walaupun mereka telah berbuat kemaksiatan dan pelanggaran.
6.        Mencoba menghilangkan ujub dan riya' terhadap amalan.
7.        Berusaha sekuat mungkin untuk taat dan meninggalkan kemaksiatan agar mempermudah muhasabah.
8.        Mengembalikan hak-hak pada pemiliknya, dan meminta kerelaannya, dan berbudi baik, ini merupakan buah dari muhasabah yang paling besar.


Mari kita lihat para kebiasaan sahabat Rasul ketika dahulu kala,
Ø  Abu bakar As shiddiq RA : dia banyak menangis, dan dia berkata : menangislah kalian, bila tidak dapat menangis maka berusahalah menangis, dan dia berkata : demi Allah saya lebih senang menjadi pohon yang dapat dimakan dan dapat dijadikan tongkat.
Ø  Umar bin Al Khattab RA membaca surat At Thur dan ketika sampai pada firman Allah yang berbunyi: “sungguh azab tuhanmu pasti terjadi” (QS. At Thur: 7) dia menangis dan tangisnya semakin menjadi hingga dia jatuh sakit dan dia selalu membiasakan itu. Suatu saat dia melewati ayat pada wirid malamnya dan membuatnya takut, dia tinggal dirumah beberapa hari dan orang-orang menjenguknya, mereka mengiranya sakit, dan pada wajahnya terdapat dua garis hitam disebabkan menangis.
Ø  Utsman bin Affan RA bila dia berdiri diatas kuburan dia menangis hingga jenggotnya basah, dan dia berkata : andaikata saya berada antara surga dan neraka, saya tidak tahu kemana saya diperintahkan, maka saya akan memilih menjadi debu sebelum saya mengetahui kemana saya akan kembali.
Ø  Ali bin Abi Thalib RA : dia banyak menangis dan takut, dan banyak menghisab dirinya. Dan ketakutannya yang paling besar adalah dari dua hal : panjang cita-cita dan mengikuti hawa nafsu. Dia berkata : adapun panjang cita-cita akan melupakan pada akhirat, dan adapun mengikuti hawa nafsu maka akan menutup dari kebenaran.


Beginilah keadaan para salaf kita, mereka mendekatkan diri pada Allah dengan segala ketaatan, dan berlomba-lomba dengan beragam perbuatan yang dapat mendekatkan dirinya pada Allah, dan mereka menghisab dirinya atas keteledoran, kemudian mereka merasa takut bila amalan mereka tidak diterima Allah. Sekarang bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan ibadah kita selama ini? Jangankan menangisi kesalahan kita, untuk shalat ke masjid saja terkadang kita masih sulit, sedikit beramal tapi panjang ceritanya, seakan-akan amal kita sudah pasti di terima, karena itu marilah kita saling menghisab diri kita masing-masing sebelum kelak Allah yang maha teliti akan menghisab semua amal kita.

Wallahua’lam bisshawab

Sabtu, 24 Maret 2012

Sedikit Cinderamata dari Negeri Tetangga


“Serumpun tapi tak sama”
( Catatan Perjalanan Bag. 1)

“Halo, Assalamu’alaykum bi.”
“wa’alaykumsalam, kenapa bang?”
“Gpp bi , cman mw ngasih tw tadi ada kakak kelas yg bisnis travel mau nawarin kyk staditur gtu ke malaysia dan singapur bi.”
“Wah gtu ya? Staditurnya dalam rangka apa emang? Trus mw kemana aja disana bang?”
“Nah mngkin cuman sekedar ngisi liburan kali , katanya sih kunjungan ke unversitas-unversitas disana, trus sama bank-bank syariah disana bi, gtu yang abang denger kali aja abang bisa lanjut S2 disana ”.
“ Hm, biayanya berapa bang?”
“Wah abang gk tau, gak ikut sampe abis sih, gak terlalu tertarik. Kayaknya sih mahal jadi abang lngsung balik ke kamar”
“ Abang mw ikut?”
“ Wah Kalau ditanya ya maulah, hehe”
“ Ya udah , kalau abang mau ikut aja staditurnya”
“Haaaaaaaaaaaaa?”

            Begitulah sekilas percakapan yang kira-kira satu atau dua bulan lalu yang rasanya sulit saya lupakan, mengejutkan, tidak percaya, aneh , janggal, haha itulah yang saya rasakan setelah menerima jawaban abi di telpon, buru-buru saya iyakan dan tutup telponnya agar abi tak berubah fikiran hhi , biasanya sih, abi pelit, gak pelit-pelit amat juga sih , tapi cukup pelit kalau tentang hal-hal yang menurut beliau tidak penting, misalkan saja ketika liburan semester satu kemaren, saya dan kawan – kawan sudah mengatur rencana perjalanan dari palembang menuju bandung, bahkan villa kawan di bandung sudah siap sedia, namun apa yang terjadi? Abi tidak mengizinkan saya pergi, kesal sedih kecewa sudah pasti, karena dari sekitar 8 orang kawan , saya sendiri yang tak jadi berangkat, sempat berfikir mau “maksa” pergi dgn uang sendiri tapi tak sanggup, akhirnya saya mengisi waktu libur saya di rumah paling jauh ke tempat kakek. Begitu juga ketika ada wisata sekolah ke Bali, abi bahkan tidak pernah menggubrisnya. Itulah sedikit dari “kepelitan” abi, ups cukup dah, ntar kalau di baca nya uang jajan bulan depan bisa di stop lagi haha :D
            Oke lanjut, mendengar abi berkata, “ Ya udah kalau abang mau ikut aja staditurnya” seketika itu juga jantung saya berdegup kencang , seakan-akan mau loncat keluar, bohong banget –‘ , kenapa? Yah wajar saja, perjalanan dari palembang ke bandung yg saya rasa biayanya tak terlalu mahal saja tak diperbolehkan, apalagi perjalanan keluar negeri yang kata orang muahal dan tidak pernah terfikirkan juga , mengisi liburan semester pertama kuliah ke luar negeri, sesuatu yang aneh dalam hidup saya selama ini. Abi memang aneh , jalan fikirannya kadang sangat sulit di tebak, emang dukun mau baca jalan fikiran hha,  Namun insting dari anak yang sering melawan akhirnya keluar, wah jarang-jarang nih, kali aja abi lagi dapet rezeki, bisnisnya lagi lancar, ada uang sekarung jatuh di belakang rumah, atau apalah itu saya tak peduli, saya tutup telponnya dan buru-buru bertanya serta mencari info tentang staditur itu.

            Sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan, paspor serta dokumen penting semua telah saya urus, namun tiba-tiba ummi menelpon, “bang, ntar pas libur abang harus pulang ke palembang ya, mw buat e-ktp, petugasnya gak mau ngurus satu-satu, semua keluarga yg mw bwat ktp harus dateng biar ngurusnya sekalian”. Mampus, bagaimana iniiii, bagaimana kalau gak jadi berangkat, yah nasib nasib , mungkin memang tak pernah di takdirkan pergi liburan kali saya ini, begitulah fikirku. Akhirnya saya dan kakak tercinta eh gak make tercinta ding, akhirnya saya dan kakak saya  yg bernama anide, “e” yang di ujung bukan salah ketik tapi sengaja haha, kami pulang ke palembang  untuk membuat e -ktp  atau apa itulah yang menurut saya sangat mengganggu. Jadwal  saya berangkat ke malaysia tanggal senin tanggal 30 januari, dan sampai sekitar tanggal 25 januari saya belum jelas akan tanggal berapa menyelesaikan e-ktp itu,  di urus saja belum, apakah langsung selesai habis di urus, kalau butuh beberapa hari gmana?? ya Allah akankah benar benar di cancel perjalanan saya itu , kalau kalian jadi saya apa yg akan kalian lakukan? Nangis ya? Saya gak yee :p haha,  namun ternyata malem nya kami mengurus e-ktp itu, dan ternyata lagi tak perlu ditunggu sampai selesai, katanya sih makan waktu sekitar 4 bulan, buat ktp apa mw renovasi rumah sih tu pak lurah sampai 4 bulan? Ntahlah bukan urusan ku, yang jelas akhirnya aku jadi berangkat karena alhamdulillah tiket sudah dipesan untuk tanggal 28 sehingga aku bisa segera kebogor dan tanggal 30 nya aku terbang menuju kuala lumpur ^^

            29 Januari 2012 malam ,di kota bogor,
            Sibuk, packing sana sini kayak orang mw pindahan, baju terbaik di siapkan , gimana gak, pengalaman pertama keluar negeri boy hehe, dan akhirnya skitar jam 11 saya putuskan untuk segera tidur karena pesawat nya  dijadwalkan akan berangkat jam 09.00 , berarti saya sudah harus tiba pukul 07.00 untuk check in di bandara soeta,  dan dari bogor ke bandara memakan waktu sekitar 2-3 jam menggunakan bus, berarti secara logika matematik, cuih gayanya sok anak ipa hha, saya harus sudah berangkat jam 4 atau paling lambat jam 5 pagi , yah kita lihat saja saya bangun jam berapa besok..
            30 Januari  2012, Dini hari,
            Allahuakbar Allahuakbar, adzan magrib berkumandang, eh maksudnya azan subuh, berarti? Ini udah mau jam limaaaa? Mandi gak ya? Rasanya sih sempet mandi tapi gak tw deh mandi apa gak saya lupa, langsung siap-siap untuk berangkat, saya sms khalis, teman satu asrama di STEI TAZKIA, kamarnya ada di lantai dua, nama lengkapnya Nurcholis Majid, sang tokoh yang katanya liberal dan sedikit bermasalah, tapi Insya Allah kawan saya gak kok , dia mewarisi kecerdasan sang tokoh tapi tidak dengan liberalnya, sama-sama lulusan SMA membuat saya dengan khalis banyak persamaan pemikiran, tapi jangan salah ilmu agamanya lumayan tinggi, fiqh muamalah dikuasainya juga, begitulah sekilas ttg kawan saya yg sama-sama dapat rezeki berangkat melihat negeri orang.
“ Lis, udah siap belum? Udah shubuh nih, berarti kita shalat shubuh dlu disini baru berangkat kebandara.”
“wah bentar, lagi packing nih, kta berangkat abis shubuh juga kan?”
“walah buruan kalau bisa kita gk usah ikt jamaah , kita shalat di belakang aja berdua, jamaah juga kan hehe”
“oke oke , bentar bentar.”
            Namun memang takdirnya harus jamaah dengah syaikh ramadhan, salah satu dari skitar 20 an syeikh syaikh dari Al-Azhar yang dikirim ke Indonesia untuk mengajar , dan salah satunya berada di kampus kami ini, dan ternyata Allahuakbar, Allah maha besar, sang syeikh membacakan salah satu surah di juz 30, juz 30 nya sih gk masalah tapi yah surat nya pembuka juz 30 sih , udah ketebak kan? Yap An- Naba’ , hmm gak terlalu panjang sih cman 40 ayat , lumayan membuat saya dan khalis tidak khusyuk shalatnya  , keringat mengucur, fikiran melayang layang ke bandara soeta, teringat perkataan kak shutan sang pemandu perjalanan atau biasa disebut tourguide ya, “kalau jam 7 tak di soeta, bisa bisa ketinggalan pesawat, kalau ada yang ketinggalan daripada acara di cancel , ya jelas yg terlambat itu ditinggal. Assalamu’alaykum warohmatullah wabarakatuh, akhirnya salam dan shalat pun selesai, melirik jam tangan yg Insya Allah akan saya jaga sampai kapanpun, hadiah ummi pulang dari umroh, kalau ilang kurang ngajar bner ya –‘ hha, pukul  05.30 WIB , teng tong mampus secara logika matematik , brangkat sekrang berarti klw 2 jam nyampai jam setengah 8 , sedangkan dari kampus ke tempat pemberhetian bus harus naik angkot dlu, yah klw hoki bisa 15 menit tapi kalau macet ampe stengah jam, berarti jam 6 baru bisa berangkat, kalau jam 6 berangkat berarti paling cepat nyampai soeta jam 8 dan kalau nyampe jam  8 bakal susah check in dan dan dan haaaaa, pikiranpun kacau, “ lis ayo buruan, cepeeet” sahut ku dr luar mesjid,  tak sempet  zikir , doa , al- ma’tsurat  apalagi shalat sunnah, ya iyalah mana ada shalat sunnah abis shubuh haha , dan benar sesuai perkiraan jam 6 kami baru berangkat menuju soeta.
 Di bus damri yang nyaman kurebahkan kepalaku sejenak melupakan segala fikiran yang tadi terfikirkan, kenapa? Ternyata kak shutan yang merupakan pemandu ikut sama-sama kami naik damri, saya kira dia akan naik BMW nya langsung menuju bandara, ternyata dia peduli sama saya, eh gak ding soalnya saya tidak sendiri sih, selain khalis ada 3 akhwat dan 3 orang kakak kelas yang sama-sama naik damri dan yang lainnya berkumpul di bandara, jadi secara logika dan bukan logika matematik tapi kali ini, ini sebuah logika kepastian , “kalau kak shutannya aja di depan mata saya, kalau kami ditinggal pesawat berarti dia juga ditinggal, kalau dia ditinggal gak mungkin tu orang-orang keliling sendiri di negeri sebrang, berarti? Saya dan Khalis aman, Alhamdulillah , terima kasih syaikh Ramadhan, loh? Hha maksud saya terima kasih ya Allah, husnudzon saja , Allah sedang iseng terhadap kami, dan ternyta shalat itu tak pernah menimbulkan masalah kok kawan, jadi bagaimanapun sibuknya tetaplah shalat dalam keadaan apapun, tak percaya, mw contoh? Oke sekaran gini, Kalaupun saya tadi memaksa untuk ttp terus ke bandara tanpa shalat shubuh dlu karena yakin akan telat , apa yg terjadi? Yah saya Insya Allah tidak akan telat, namun shubuh saya pasti ketinggalan, dan meninggalkan shalat malah membuat hati tak tentram, dan kalau hati tak tentram biasanya sih akan bnyak timbul masalah selanjutnya, yah itu hanya sedikit masukan, yang percaya silahkan yang gak ya terserah, tulisan-tulisan saya haha.
Lanjut? Okee , waktu menunjukkan pukul tujuh , kami baru separuh perjalanan, hm harusnya sih udah harus check in, tapi namanya juga Indonesia, “budaya ngaret itu tetap berakar , nantilah saya ceritakan bagaimana  di singapur kalau telat sdikit ya udah ditinggal, you know? time is money bro ;) . dan ternyata teng nong muaceeet , haha tak taulah saya bakal jadi apa ini, klw semua di cancel kyknya tidak ada orang yang patut di salahkan selain saya dan khalis, tak perlu saya jelaskan mengapa, tapi yah iseng-iseng aja dah saya jelaskan lagi , salah satu penyebab utama keberangkatan kami terlambat adalah krn saya baru tiba di pemberhentian bus jam 6 , sedangkan kak shutan udah siap dari jam 5 , berarti saya dan khalis udah bisa disebut sumber kekacauan bila kberangkatan ini di cancel toh? Hha peduli apalah pikir saya.
Pukul 08.00 WIB
 kami belum tiba juga di bandara soeta, heeey serius nih? Iya kawan, ini tak direkayasa, pesawat Internasional keberangkatan 09.00 WIB namun satu jam sebelumnya sekitar 8 orang penumpangnya masih di bus damri? Mending kalau udah di bandara, tinggal checkin , ngurus imigrasi yg saya rasa lumayan memakan waktu, tapi ini masih di bus, macet pula, apa kata dunia? Haha. Begitulah semuanya mulai gelisah , saya ? yah dari awal udah gelisah sih jadi biasa aja,  gak tau malu bener yak , dan bus pun tiba di bandara skitar pukul 08.30 WIB
Bandara Soekarno Hatta, Setengah jam sebelum keberangkatan.
“dari mana saja kaliaaaan?” Sahut kakak2 yang saya lupa namanya dengan nada yang begitu kesal. Tak perlu saya jelaskan lagi apa sebab kekesalannya , langsung berlari , mengurus pasport, menju petugas imigrasi, apa yang kata orang “the power of kepepet” itu saya buktikan, padahal ini pertama kalinya keberangkatan internasional saya, tapi rasanya dari satu petugas ke petugas lainnya saya sudah biasa seakan akan tiap minggu keluar negeri, dikarenakan mengejar waktu dan tepat jam 9 kurang satu menit kali ya, “maaf mba pesawat lion air tujuan malaysia yang jam 09.00 gerbang mana ya?”, “gerbang sana mas” (lupa nama gerbangnya :D ) tapi silahkan tunggu dulu karena pesawatnya di delay , mngkin sekitar jam setengah 10 baru berangkat. “Subhanallah” , maha suci Allah yang segala isi langit dan bumi ini berada di tangannya, baru kali ini kata-kata “delay” menyejukkan hati haha, yah seketika hilang kekhawatiran akan ditinggal pesawat karena satu kata “delay”. Satu kata yang sangat mengesalkan, satu kata yang membuat kita bisa menunggu ntah berapa lama itu kini makna nya berbeda yah begitulah, saya yakin semua ini sudah diatur dan di rekayasa oleh sebaik-baik pengatur, tidak lain Allah S.W.T, tuhan semesta Alam, Allahuakbar.
Grup Matriks
Diruang tunggu saya bercanda bersama khalis dan oh ya saya lupa mengenalkan, dari matriks ( anak STEI Tazkia angkatan pertama yang masuk asrama di daerah darmaga terlebih dahulu, semester 3 baru kampus kami pindah ke Sentul) ada 5 orang anak matriks, itu yang ikhwannya, yang akhwat nya ada berapa ya, klw gak salah sih ada sepuluh atau sebelas atau dua belas atau tujuh puluh delapan  orang ya tak taulah, waktu saya terlalu mahal untuk menghitung mereka satu persatu, wedew gayanya haha, nah inilah lima orang ikhwan itu, pertama namanya langsung nama panggilan ajalah toh kalian juga tak peduli nama aslinya, biasa di panggil kang reza, sudah pernah umroh, orangnya yah gtulah nurut sih, dan dia punya suara yang bagus, tak heran menjadi vokalis utama grup nasyid matriks, yang kedua namanya Haris, berasal dari keluarga militer, karena itulah dia tertarik dengan dunia-dunia tentara, tapi posturnya,bukan maksud menghina ya, “bukan tentara banget dah” hhe, agak gendut memakai kaca mata, macem anak-anak culun disekolahan gtulah, kayaknya sih pinter, dan hobby nya suka foto, tapi bukan di foto melainkan memfoto orang-orang, dan selanjutnya namanya kasyfi, laki-lak keturunan arab, mukanya arab banget dah, sampai biasa di panggil onta hha, biasa juga dipanggil kaspong karena dia juga akrab dengan akhwat, asyik sih orangnya tapi rela bagi-bagi? Iklan banget yak –‘ Haha dan keempat khalis dan saya sendiri sehingga kami disebut grup “matriks” kami bercanda ria menunggu keberangktan yang sepertinya akan sangat menyenangkan. ^^