Senin, 26 Maret 2012

Hisablah dirimu sebelum dirimu dihisab



Umar bin Al Khattab berkata : “hisablah dirimu sebelum dihisab, dan timbanglah sebelum ia ditimbang, bila itu lebih mudah bagi kalian dihari hisab kelak untuk menghisab dirimu dihari ini, dan berhiaslah kalian untuk pertemuan akbar, pada saat amalan dipamerkan dan tidak sedikitpun yang dapat tersembunyii dari kalian.”

Saudaraku sekalian, pernahkah kita menyendiri dan menghisab apa yang telah kita katakan dan kita perbuat ? pernahkan kita satu hari menghitung keburukan kita sebagaimana kita menghitung kebaikan ? bahkan apakah kita pernah mengkhayal tentang ketaatan kita yang kita banggakan ? bila kita mendapatkan bahwa kebanyakan dari amalan kita itu dipenuhi dengan riya' lalu bagaimana mungkin kita dapat bersabar pada keadaan seperti ini, sedangkan perjalanan hidup ini selalu penuh dengan liku liku dan godaan, bagaimana mungkin kita akan menghadap Allah sedangkan kita dipenuhi dengan beban dan dosa-dosa ? Karena itu marilah kita mulai berbenah diri , salah satu caranya dengan muhasabah diri sendiri.

Beberapa macam muhasabah diri
Muhasabah diri terbagi menjadi dua : sebelum perbuatan dan sesudah perbuatan.
1.      Macam yang pertama : muhasabah diri sebelum perbuatan yaitu seorang hamba melihat awal kemauannya, dan jangan bersegera beramal hingga jelas perioritas amalannya. Al Hasan berkata : Allah memberikan rahmat kepada seorang hamba yang melihat tujannya, bila tujuannya karena Allah dia melakukannya, dan bila tidak dia mengakhirkannya.
2.      Macam yang kedua : muhasabah diri setelah perbuatan


Cara bermuhasabah diri
Imam Ibnul Qoyyim RA menyebutkan bahwa muhasabah diri dapat dilakukan dengan :
  • Memulai dari melihat perbuatan-perbuatan yang wajib, bila dia mendapatkan kekurangan maka usahakan memenuhinya.
  • Kemudian larangan-larangan Allah, bila dia mengetahui bahwa dia telah berbuat satu dosa, maka tutuplah dengan taubat, istighfar dan kebaikan yang dapat menghapusnya.
  • Bermuhasabah diri atas kelalaian, dan menutupinya dengan dzikir dan menghadap Allah.
  • Bermuhasabah diri atas gerak-gerik anggota tubuh, ucapan lisan, perjalanan kedua kaki, perbuatan tangan, dan pendengaran kedua telinga, apa yang kamu inginkan dengan ini semua ? dan untuk siapa dia melakukannya ? dan demi apa kamu melakukannya ?


Beberapa faedah muhasabah diri adalah :
1.        Melihat aib diri sendiri, dan barang siapa yang tidak mampu melihat aibnya sendiri maka dia tidak mungkin menghilangkannya.
2.        Bertaubat, menyesal dan berusaha mengganti yang tertinggal dikala mampu.
3.        Mengetahui hak Allah, karena dasar muhasabah diri adalah bermuhasaba atas keteledorannya terhadap hak Allah.
4.        Merasa banyak salah dihadapan Allah.
5.        Mengetahui kebaikan Allah, ampunan, dan rahmat-Nya terhadap hamba-Nya bahwa Dia tidak menyegerakan memberikan balasan walaupun mereka telah berbuat kemaksiatan dan pelanggaran.
6.        Mencoba menghilangkan ujub dan riya' terhadap amalan.
7.        Berusaha sekuat mungkin untuk taat dan meninggalkan kemaksiatan agar mempermudah muhasabah.
8.        Mengembalikan hak-hak pada pemiliknya, dan meminta kerelaannya, dan berbudi baik, ini merupakan buah dari muhasabah yang paling besar.


Mari kita lihat para kebiasaan sahabat Rasul ketika dahulu kala,
Ø  Abu bakar As shiddiq RA : dia banyak menangis, dan dia berkata : menangislah kalian, bila tidak dapat menangis maka berusahalah menangis, dan dia berkata : demi Allah saya lebih senang menjadi pohon yang dapat dimakan dan dapat dijadikan tongkat.
Ø  Umar bin Al Khattab RA membaca surat At Thur dan ketika sampai pada firman Allah yang berbunyi: “sungguh azab tuhanmu pasti terjadi” (QS. At Thur: 7) dia menangis dan tangisnya semakin menjadi hingga dia jatuh sakit dan dia selalu membiasakan itu. Suatu saat dia melewati ayat pada wirid malamnya dan membuatnya takut, dia tinggal dirumah beberapa hari dan orang-orang menjenguknya, mereka mengiranya sakit, dan pada wajahnya terdapat dua garis hitam disebabkan menangis.
Ø  Utsman bin Affan RA bila dia berdiri diatas kuburan dia menangis hingga jenggotnya basah, dan dia berkata : andaikata saya berada antara surga dan neraka, saya tidak tahu kemana saya diperintahkan, maka saya akan memilih menjadi debu sebelum saya mengetahui kemana saya akan kembali.
Ø  Ali bin Abi Thalib RA : dia banyak menangis dan takut, dan banyak menghisab dirinya. Dan ketakutannya yang paling besar adalah dari dua hal : panjang cita-cita dan mengikuti hawa nafsu. Dia berkata : adapun panjang cita-cita akan melupakan pada akhirat, dan adapun mengikuti hawa nafsu maka akan menutup dari kebenaran.


Beginilah keadaan para salaf kita, mereka mendekatkan diri pada Allah dengan segala ketaatan, dan berlomba-lomba dengan beragam perbuatan yang dapat mendekatkan dirinya pada Allah, dan mereka menghisab dirinya atas keteledoran, kemudian mereka merasa takut bila amalan mereka tidak diterima Allah. Sekarang bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan ibadah kita selama ini? Jangankan menangisi kesalahan kita, untuk shalat ke masjid saja terkadang kita masih sulit, sedikit beramal tapi panjang ceritanya, seakan-akan amal kita sudah pasti di terima, karena itu marilah kita saling menghisab diri kita masing-masing sebelum kelak Allah yang maha teliti akan menghisab semua amal kita.

Wallahua’lam bisshawab

Sabtu, 24 Maret 2012

Sedikit Cinderamata dari Negeri Tetangga


“Serumpun tapi tak sama”
( Catatan Perjalanan Bag. 1)

“Halo, Assalamu’alaykum bi.”
“wa’alaykumsalam, kenapa bang?”
“Gpp bi , cman mw ngasih tw tadi ada kakak kelas yg bisnis travel mau nawarin kyk staditur gtu ke malaysia dan singapur bi.”
“Wah gtu ya? Staditurnya dalam rangka apa emang? Trus mw kemana aja disana bang?”
“Nah mngkin cuman sekedar ngisi liburan kali , katanya sih kunjungan ke unversitas-unversitas disana, trus sama bank-bank syariah disana bi, gtu yang abang denger kali aja abang bisa lanjut S2 disana ”.
“ Hm, biayanya berapa bang?”
“Wah abang gk tau, gak ikut sampe abis sih, gak terlalu tertarik. Kayaknya sih mahal jadi abang lngsung balik ke kamar”
“ Abang mw ikut?”
“ Wah Kalau ditanya ya maulah, hehe”
“ Ya udah , kalau abang mau ikut aja staditurnya”
“Haaaaaaaaaaaaa?”

            Begitulah sekilas percakapan yang kira-kira satu atau dua bulan lalu yang rasanya sulit saya lupakan, mengejutkan, tidak percaya, aneh , janggal, haha itulah yang saya rasakan setelah menerima jawaban abi di telpon, buru-buru saya iyakan dan tutup telponnya agar abi tak berubah fikiran hhi , biasanya sih, abi pelit, gak pelit-pelit amat juga sih , tapi cukup pelit kalau tentang hal-hal yang menurut beliau tidak penting, misalkan saja ketika liburan semester satu kemaren, saya dan kawan – kawan sudah mengatur rencana perjalanan dari palembang menuju bandung, bahkan villa kawan di bandung sudah siap sedia, namun apa yang terjadi? Abi tidak mengizinkan saya pergi, kesal sedih kecewa sudah pasti, karena dari sekitar 8 orang kawan , saya sendiri yang tak jadi berangkat, sempat berfikir mau “maksa” pergi dgn uang sendiri tapi tak sanggup, akhirnya saya mengisi waktu libur saya di rumah paling jauh ke tempat kakek. Begitu juga ketika ada wisata sekolah ke Bali, abi bahkan tidak pernah menggubrisnya. Itulah sedikit dari “kepelitan” abi, ups cukup dah, ntar kalau di baca nya uang jajan bulan depan bisa di stop lagi haha :D
            Oke lanjut, mendengar abi berkata, “ Ya udah kalau abang mau ikut aja staditurnya” seketika itu juga jantung saya berdegup kencang , seakan-akan mau loncat keluar, bohong banget –‘ , kenapa? Yah wajar saja, perjalanan dari palembang ke bandung yg saya rasa biayanya tak terlalu mahal saja tak diperbolehkan, apalagi perjalanan keluar negeri yang kata orang muahal dan tidak pernah terfikirkan juga , mengisi liburan semester pertama kuliah ke luar negeri, sesuatu yang aneh dalam hidup saya selama ini. Abi memang aneh , jalan fikirannya kadang sangat sulit di tebak, emang dukun mau baca jalan fikiran hha,  Namun insting dari anak yang sering melawan akhirnya keluar, wah jarang-jarang nih, kali aja abi lagi dapet rezeki, bisnisnya lagi lancar, ada uang sekarung jatuh di belakang rumah, atau apalah itu saya tak peduli, saya tutup telponnya dan buru-buru bertanya serta mencari info tentang staditur itu.

            Sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan, paspor serta dokumen penting semua telah saya urus, namun tiba-tiba ummi menelpon, “bang, ntar pas libur abang harus pulang ke palembang ya, mw buat e-ktp, petugasnya gak mau ngurus satu-satu, semua keluarga yg mw bwat ktp harus dateng biar ngurusnya sekalian”. Mampus, bagaimana iniiii, bagaimana kalau gak jadi berangkat, yah nasib nasib , mungkin memang tak pernah di takdirkan pergi liburan kali saya ini, begitulah fikirku. Akhirnya saya dan kakak tercinta eh gak make tercinta ding, akhirnya saya dan kakak saya  yg bernama anide, “e” yang di ujung bukan salah ketik tapi sengaja haha, kami pulang ke palembang  untuk membuat e -ktp  atau apa itulah yang menurut saya sangat mengganggu. Jadwal  saya berangkat ke malaysia tanggal senin tanggal 30 januari, dan sampai sekitar tanggal 25 januari saya belum jelas akan tanggal berapa menyelesaikan e-ktp itu,  di urus saja belum, apakah langsung selesai habis di urus, kalau butuh beberapa hari gmana?? ya Allah akankah benar benar di cancel perjalanan saya itu , kalau kalian jadi saya apa yg akan kalian lakukan? Nangis ya? Saya gak yee :p haha,  namun ternyata malem nya kami mengurus e-ktp itu, dan ternyata lagi tak perlu ditunggu sampai selesai, katanya sih makan waktu sekitar 4 bulan, buat ktp apa mw renovasi rumah sih tu pak lurah sampai 4 bulan? Ntahlah bukan urusan ku, yang jelas akhirnya aku jadi berangkat karena alhamdulillah tiket sudah dipesan untuk tanggal 28 sehingga aku bisa segera kebogor dan tanggal 30 nya aku terbang menuju kuala lumpur ^^

            29 Januari 2012 malam ,di kota bogor,
            Sibuk, packing sana sini kayak orang mw pindahan, baju terbaik di siapkan , gimana gak, pengalaman pertama keluar negeri boy hehe, dan akhirnya skitar jam 11 saya putuskan untuk segera tidur karena pesawat nya  dijadwalkan akan berangkat jam 09.00 , berarti saya sudah harus tiba pukul 07.00 untuk check in di bandara soeta,  dan dari bogor ke bandara memakan waktu sekitar 2-3 jam menggunakan bus, berarti secara logika matematik, cuih gayanya sok anak ipa hha, saya harus sudah berangkat jam 4 atau paling lambat jam 5 pagi , yah kita lihat saja saya bangun jam berapa besok..
            30 Januari  2012, Dini hari,
            Allahuakbar Allahuakbar, adzan magrib berkumandang, eh maksudnya azan subuh, berarti? Ini udah mau jam limaaaa? Mandi gak ya? Rasanya sih sempet mandi tapi gak tw deh mandi apa gak saya lupa, langsung siap-siap untuk berangkat, saya sms khalis, teman satu asrama di STEI TAZKIA, kamarnya ada di lantai dua, nama lengkapnya Nurcholis Majid, sang tokoh yang katanya liberal dan sedikit bermasalah, tapi Insya Allah kawan saya gak kok , dia mewarisi kecerdasan sang tokoh tapi tidak dengan liberalnya, sama-sama lulusan SMA membuat saya dengan khalis banyak persamaan pemikiran, tapi jangan salah ilmu agamanya lumayan tinggi, fiqh muamalah dikuasainya juga, begitulah sekilas ttg kawan saya yg sama-sama dapat rezeki berangkat melihat negeri orang.
“ Lis, udah siap belum? Udah shubuh nih, berarti kita shalat shubuh dlu disini baru berangkat kebandara.”
“wah bentar, lagi packing nih, kta berangkat abis shubuh juga kan?”
“walah buruan kalau bisa kita gk usah ikt jamaah , kita shalat di belakang aja berdua, jamaah juga kan hehe”
“oke oke , bentar bentar.”
            Namun memang takdirnya harus jamaah dengah syaikh ramadhan, salah satu dari skitar 20 an syeikh syaikh dari Al-Azhar yang dikirim ke Indonesia untuk mengajar , dan salah satunya berada di kampus kami ini, dan ternyata Allahuakbar, Allah maha besar, sang syeikh membacakan salah satu surah di juz 30, juz 30 nya sih gk masalah tapi yah surat nya pembuka juz 30 sih , udah ketebak kan? Yap An- Naba’ , hmm gak terlalu panjang sih cman 40 ayat , lumayan membuat saya dan khalis tidak khusyuk shalatnya  , keringat mengucur, fikiran melayang layang ke bandara soeta, teringat perkataan kak shutan sang pemandu perjalanan atau biasa disebut tourguide ya, “kalau jam 7 tak di soeta, bisa bisa ketinggalan pesawat, kalau ada yang ketinggalan daripada acara di cancel , ya jelas yg terlambat itu ditinggal. Assalamu’alaykum warohmatullah wabarakatuh, akhirnya salam dan shalat pun selesai, melirik jam tangan yg Insya Allah akan saya jaga sampai kapanpun, hadiah ummi pulang dari umroh, kalau ilang kurang ngajar bner ya –‘ hha, pukul  05.30 WIB , teng tong mampus secara logika matematik , brangkat sekrang berarti klw 2 jam nyampai jam setengah 8 , sedangkan dari kampus ke tempat pemberhetian bus harus naik angkot dlu, yah klw hoki bisa 15 menit tapi kalau macet ampe stengah jam, berarti jam 6 baru bisa berangkat, kalau jam 6 berangkat berarti paling cepat nyampai soeta jam 8 dan kalau nyampe jam  8 bakal susah check in dan dan dan haaaaa, pikiranpun kacau, “ lis ayo buruan, cepeeet” sahut ku dr luar mesjid,  tak sempet  zikir , doa , al- ma’tsurat  apalagi shalat sunnah, ya iyalah mana ada shalat sunnah abis shubuh haha , dan benar sesuai perkiraan jam 6 kami baru berangkat menuju soeta.
 Di bus damri yang nyaman kurebahkan kepalaku sejenak melupakan segala fikiran yang tadi terfikirkan, kenapa? Ternyata kak shutan yang merupakan pemandu ikut sama-sama kami naik damri, saya kira dia akan naik BMW nya langsung menuju bandara, ternyata dia peduli sama saya, eh gak ding soalnya saya tidak sendiri sih, selain khalis ada 3 akhwat dan 3 orang kakak kelas yang sama-sama naik damri dan yang lainnya berkumpul di bandara, jadi secara logika dan bukan logika matematik tapi kali ini, ini sebuah logika kepastian , “kalau kak shutannya aja di depan mata saya, kalau kami ditinggal pesawat berarti dia juga ditinggal, kalau dia ditinggal gak mungkin tu orang-orang keliling sendiri di negeri sebrang, berarti? Saya dan Khalis aman, Alhamdulillah , terima kasih syaikh Ramadhan, loh? Hha maksud saya terima kasih ya Allah, husnudzon saja , Allah sedang iseng terhadap kami, dan ternyta shalat itu tak pernah menimbulkan masalah kok kawan, jadi bagaimanapun sibuknya tetaplah shalat dalam keadaan apapun, tak percaya, mw contoh? Oke sekaran gini, Kalaupun saya tadi memaksa untuk ttp terus ke bandara tanpa shalat shubuh dlu karena yakin akan telat , apa yg terjadi? Yah saya Insya Allah tidak akan telat, namun shubuh saya pasti ketinggalan, dan meninggalkan shalat malah membuat hati tak tentram, dan kalau hati tak tentram biasanya sih akan bnyak timbul masalah selanjutnya, yah itu hanya sedikit masukan, yang percaya silahkan yang gak ya terserah, tulisan-tulisan saya haha.
Lanjut? Okee , waktu menunjukkan pukul tujuh , kami baru separuh perjalanan, hm harusnya sih udah harus check in, tapi namanya juga Indonesia, “budaya ngaret itu tetap berakar , nantilah saya ceritakan bagaimana  di singapur kalau telat sdikit ya udah ditinggal, you know? time is money bro ;) . dan ternyata teng nong muaceeet , haha tak taulah saya bakal jadi apa ini, klw semua di cancel kyknya tidak ada orang yang patut di salahkan selain saya dan khalis, tak perlu saya jelaskan mengapa, tapi yah iseng-iseng aja dah saya jelaskan lagi , salah satu penyebab utama keberangkatan kami terlambat adalah krn saya baru tiba di pemberhentian bus jam 6 , sedangkan kak shutan udah siap dari jam 5 , berarti saya dan khalis udah bisa disebut sumber kekacauan bila kberangkatan ini di cancel toh? Hha peduli apalah pikir saya.
Pukul 08.00 WIB
 kami belum tiba juga di bandara soeta, heeey serius nih? Iya kawan, ini tak direkayasa, pesawat Internasional keberangkatan 09.00 WIB namun satu jam sebelumnya sekitar 8 orang penumpangnya masih di bus damri? Mending kalau udah di bandara, tinggal checkin , ngurus imigrasi yg saya rasa lumayan memakan waktu, tapi ini masih di bus, macet pula, apa kata dunia? Haha. Begitulah semuanya mulai gelisah , saya ? yah dari awal udah gelisah sih jadi biasa aja,  gak tau malu bener yak , dan bus pun tiba di bandara skitar pukul 08.30 WIB
Bandara Soekarno Hatta, Setengah jam sebelum keberangkatan.
“dari mana saja kaliaaaan?” Sahut kakak2 yang saya lupa namanya dengan nada yang begitu kesal. Tak perlu saya jelaskan lagi apa sebab kekesalannya , langsung berlari , mengurus pasport, menju petugas imigrasi, apa yang kata orang “the power of kepepet” itu saya buktikan, padahal ini pertama kalinya keberangkatan internasional saya, tapi rasanya dari satu petugas ke petugas lainnya saya sudah biasa seakan akan tiap minggu keluar negeri, dikarenakan mengejar waktu dan tepat jam 9 kurang satu menit kali ya, “maaf mba pesawat lion air tujuan malaysia yang jam 09.00 gerbang mana ya?”, “gerbang sana mas” (lupa nama gerbangnya :D ) tapi silahkan tunggu dulu karena pesawatnya di delay , mngkin sekitar jam setengah 10 baru berangkat. “Subhanallah” , maha suci Allah yang segala isi langit dan bumi ini berada di tangannya, baru kali ini kata-kata “delay” menyejukkan hati haha, yah seketika hilang kekhawatiran akan ditinggal pesawat karena satu kata “delay”. Satu kata yang sangat mengesalkan, satu kata yang membuat kita bisa menunggu ntah berapa lama itu kini makna nya berbeda yah begitulah, saya yakin semua ini sudah diatur dan di rekayasa oleh sebaik-baik pengatur, tidak lain Allah S.W.T, tuhan semesta Alam, Allahuakbar.
Grup Matriks
Diruang tunggu saya bercanda bersama khalis dan oh ya saya lupa mengenalkan, dari matriks ( anak STEI Tazkia angkatan pertama yang masuk asrama di daerah darmaga terlebih dahulu, semester 3 baru kampus kami pindah ke Sentul) ada 5 orang anak matriks, itu yang ikhwannya, yang akhwat nya ada berapa ya, klw gak salah sih ada sepuluh atau sebelas atau dua belas atau tujuh puluh delapan  orang ya tak taulah, waktu saya terlalu mahal untuk menghitung mereka satu persatu, wedew gayanya haha, nah inilah lima orang ikhwan itu, pertama namanya langsung nama panggilan ajalah toh kalian juga tak peduli nama aslinya, biasa di panggil kang reza, sudah pernah umroh, orangnya yah gtulah nurut sih, dan dia punya suara yang bagus, tak heran menjadi vokalis utama grup nasyid matriks, yang kedua namanya Haris, berasal dari keluarga militer, karena itulah dia tertarik dengan dunia-dunia tentara, tapi posturnya,bukan maksud menghina ya, “bukan tentara banget dah” hhe, agak gendut memakai kaca mata, macem anak-anak culun disekolahan gtulah, kayaknya sih pinter, dan hobby nya suka foto, tapi bukan di foto melainkan memfoto orang-orang, dan selanjutnya namanya kasyfi, laki-lak keturunan arab, mukanya arab banget dah, sampai biasa di panggil onta hha, biasa juga dipanggil kaspong karena dia juga akrab dengan akhwat, asyik sih orangnya tapi rela bagi-bagi? Iklan banget yak –‘ Haha dan keempat khalis dan saya sendiri sehingga kami disebut grup “matriks” kami bercanda ria menunggu keberangktan yang sepertinya akan sangat menyenangkan. ^^

“RIBA” , Perbedaan utama Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional



            Riba satu kata yang mungkin sedikit asing di telinga kita, satu kata yang mungkin tidak begitu penting bagi sebagian individu, namun ketahuilah dengan satu kata ini, bisa membawa kita ke neraka , naudzubillah min zalik. Baiklah sekarang saya akan sedikit berbagi pengetahuan tentang riba. Apa itu riba? Riba secara bahasa adalah ziyadah atau tambahan, dan secara istilah pengertiannya adalah setiap penambahan yang diambil tanpa adanya satu transaksi pengganti atau penyeimbang yang dibenarkan syariah. Atau bisa diartikan penambahan atas harta pokok tanpa adanya transaksi bisnis riil. Atau tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya iwadh atau padanan yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut.
            Sebelum datangnya Islam, Allah telah mengharamkan riba bagi orang-orang yahudi sebagaimana yang telah disebutkan dalam kitab taurat, tetapi mereka berdalih dengan berbagai alasan dan penyimpangan untuk menghalalkan riba.Ketika zaman jahiliyah, riba berkembang pesat di masyarakat, dan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta.
            Sebelum memasuki riba lebih jauh mari kita lihat tahapan-tahapan mengapa riba diharamkan dalam Al-quran.
Ø  Pertama : menolak anggapan bahwa pinjaman riba yang pada dhahirnya seolah-olah menolong mereka yang memerlukan sebagai suatu perbuatan mendekati atau taqarrub kepada Allah.
     
      "Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (Rum: 39)
Ø  Kedua : riba digambarkan sebagai suatu yang buruk. Allah  mengancam dengan balasan yang keras kepada orang Yahudi yang memakan riba. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran (Qs.An nisa : 160-161)

“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,
Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.

Ø  Ketiga, Allah mengharamkan riba yang berlipat ganda. Sedangkan riba yang tidak berlipat ganda belum diharamkan.
Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat-ganda dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan." (Q.S. Ali Imran: 130).
“Ayat ini turun pada tahun ke 3 hijriyah. Secara umum ayat ini harus dipahami  bahwa kriteria berlipat-ganda bukanlah merupakan syarat  dari terjadinya riba  (jikalau bunga berlipat ganda maka riba tetapi jikalau kecil bukan riba), tetapi ini merupakan sifat umum dari  praktek pembungaan uang pada saat itu”.

Ø  Tahapan keempat, Allah  dengan jelas dan tegas mengharam-kan apa pun jenis tambahan (riba) yang diambil dari pinjaman baik bunga yang  kecil maupun besar. Ini adalah ayat terakhir yang diturunkan menyangkut riba.

يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَابَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِين
{البقرة : 278}
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dantinggalkan sisa-sisa (dari berbagai jenis) riba jika kamu Orang-orang yang beriman. (Q.S Al Baqarah: 278)


           
Mungkin cukup ini dulu penjelasan awal tentang riba, sungguh masih banyak yang akan kita bahas, Insya Allah di lain waktu akan saya lanjutkan, tapi setidaknya dengan dalil dalil diatas kita sudah cukup jelas mengetahui bagaimana riba itu diharamkan dalam islam, tentang bgaimana prakteknya, bagaimana jenis-jenis ribanya, mengapa bunga bank termasuk riba yg diharamkan serta dampak riba terhadap masyarakat akan dijelaskan pada lain waktu bila ada yang kurang jelas dan dirasa ada yang salah sarannya sangat di tunggu syukron katsiran .
Wallahua’alam bisshawab

Kamis, 22 Maret 2012

Ekonomi Islam? Kenalan yuk..



Kapitalis atau liberalis, komando atau sosialis dan terkadang juga ada campuran dari keduanya, sudah sering akrab terdengar ditelinga kita. Apakah maksud dari kata-kata tersebut?  Yap betul, itu adalah berbagai macam sistem sistem ekonomi yang terkenal di dunia. Namun tentu saja di setiap sistem ada kelemahan , di mulai dari Kapitalisme, sederhanya kalau menurut saya sistem ini bekerja seperti ini, apa saja yang dapat mendatangkan keuntungan bagi saya, kawan masyarakat atau siapapun yang dirugikan saya tak peduli, dari sana bisa kita tarik sebuah kelemahan mendasar yang menurut saya paling menonjol dari sistem ekonomi ini, apa itu? Yah satu kata yang selalu di ulang-ulang, yaitu “Kebebasan” . karena didalam ekonomi itu kita ketahui bersama selalu ada yang namanya keseimbangan, namun apabila ada pihak yang terlalu di untungkan tentu secara otomatis ada pihak yang di rugikan karena tidak terjadinya keseimbangan tersebut, belum lagi peran pemerintah yang sangat kurang dalam sistem perekonomian ini, pemerintah hanya berperan sebagai pengawas , tanpa bisa berbuat banyak karena kata “kebebasan” itu, begitulah salah satu yang saya ketahui tentang sistem ekonomi ini.
Kemudian sistem ekonomi komando, sistem ini juga tentu saja memiliki kelemahan, sistem ini adalah sistem yang dimana semua kegiatan ekonominya diatur oleh pemerintah, individu hanya bisa menajalankan, tanpa bisa berbuat banyak, semua kebijakan di atur pemerintah, individu menjadi lebih pasif, kita ambil contoh secara sederhana, salah satu negara besar yang menganut ini adalah adalah rusia pada zaman dahulu , dan apa yang terjadi sekarang? Rusia pecah dan sudah terdiri dari beberapa negara, salah satu penyebabnya pastilah sistem ekonominya yang bermasalah, contoh lain seperti cina, awalnya mereka memakai sistem ini, namun lama kelamaan sekarang perekonomian cina semakin bebas, sehingga semakin jauh dari sistem ekonomi komando atau sosialis, bisa diambil kesimpulan bahwa sistem ekonomi ini juga mempunya banyak kelemahan sehingga tidak pernah bisa bertahan lama.
                Nah dari berbagai penjelasan diatas sekarang timbul satu pertanyaan, lalu sistem apa yang kira-kira terbaik , meminimalisir kelemahan yang ada di sistem-sistem ekonomi terkenal di atas, mensejahterakan setiap pihak tanpa adanya pihak yang dirugikan, mengakui milik pribadi tanpa mengacuhkan kepentingan sosial dan negara? Disinilah saya akan mencoba menjelaskan suatu sistem ekonomi yang berjaya berabad-abad yang lalu , yang tak akan pernah mati dan hilang sampai kapanpun, sistem ekonomi yang entah bagaimana tidak di sejajarkan dengan sistem kapitalis , komando atau campuran yang lebih terkenal di dunia barat sana, sistem ekonomi yang tidak wajib di ketahui di sekolah sekolah umum di negeri ini, apa sistem ekonomi itu? Jawabannya adalah     Sistem Ekonomi Islam”.
                Baiklah sekarang mari kita kenalan dengan sistem ekonomi ini. Sebelumnya mungkin ada pertanyaan apa itu ekonomi islam? Dan yang utama mengapa kita harus mengetahui dan peduli tentang hal ini? Yah sederhana saja kawan, karena walaupun negeri indonesia ini bukan negri muslim, tapi kita semua pasti tahu mayoritas kita adalah orang muslim. Terkadang saya heran mengapa ini tak ada di pelajaran umum di sekolah sekolah umum, entah apa yang menyebabkan orang islam tak mau mempelajari dan bahkan tidak peduli dengan sistem yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, sistem yang sempurna karena turun dari langit bersumber dari Al-Quran dan sunnah, berbeda dengan sistem ekonomi lain yang diciptakan dari pemikiran manusia manusia yang dikatakan jenius di zamannya masing-masing. Hanya saja setelah sang pemikir tersebut telah tiada, tentu persoalan akan menjadi lain karena di setiap zaman permasalahan ekonominya pun mungkin berbeda-beda. Yap cukup tentang alasan kenapa kita harus mengetahui sistem ekonomi ini, mari kita masuk ke pokok pembicaraan, apa itu ekonomi islam?
                Ekonomi islam atau biasa juga disebut Ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang berasal dari Al Quran dan Sunnah, yang berarti berasal dari Allah , tuhan semesta alam, tidak ada cacat didalam sistem ekonomi ini, kita ambil contoh sederhana, misalkan dari sistem ekonomi kapitalis yang sangat mengutamakan kebebasan, di dalam sistem ekonomi Islam, Individu dibebaskan melakukan kegiatan ekonomi sama halnya seperti ekonomi kapitalis, namun ada hal-hal yang membatasi kebebasan tersebut, misalkan tidak boleh merugikan orang lain, akad dan perjanjian harus jelas, sehingga tidak akan terjadi penipuan , lalu kalau dibandingkan dengan komando, dalam sistem ekonomi islam, pemerintah tetap mengatur jalannya perekonomian namun tidak sampai mengekang individu tersebut dalam menjalankan bisnisnya dan kegiatan ekonominya, berbeda dengan komando yang hak individu benar-benar tidak diakui. Begitulah islam mengatur semuanya ,  sehingga saya rasa akan timbul yang dinamakan keseimbangan ekonomi yang merupakan salah satu tujuan utama dari sistem ekonomi diseluruh dunia ini.
                Lalu sekarang terkadang timbul juga berbagai opini yang berkata seperti ini, “wah namanya saja sistem ekonomi islam, berarti hanya di peruntukkan untuk orang islam saja ? bagaimana dengan orang yang tidak beragama islam? Tentu saja pasti dirugikan?” . Kembali saya tegaskan disini , sistem ekonomi ini tidak mempunyai cacat sedikit pun, islam pun mengatur hubungan dengan nonmuslim, bukankah saya katakan tadi bahwa ada kebebasan namun tetap ada yang membatasi? Itu juga berlaku untuk nonmulim, hubungan bisnis atau ekonomi tetap bisa berjalan seperti biasa, namun diharamkan bila ada unsur-unsur yang merugikan orang lain, termasuk juga nonmuslim, jadi sesungguhnya sistem ekonomi ini bukan hanya untuk orang muslim, tapi untuk seluruh umat di dunia, karena sesungguhnya islam itu adalah rahmat untuk seluruh alam.
                Namun tentu saja apabila dalam suatu keadaan sistem ini masih banyak ditemukan kekurangan, saya katakan itu bukanlah kesalahan sistemnya, tapi saya yakin itu hanyalah sekadar kesalahan individu yang menjalankan sistem ini, karena seperti yang kita ketahui tentu saja tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, karena itu marilah kita saling bahu membahu membantu memajukan sistem ekonomi ini sehingga sistem ini semakin maju dan bukan hanya menjadi alternatif, namun menjadi solusi bagi seluruh permasalahan umat di dunia.
                Bagaimana? Sudah cukup kenal dengan sistem ekonomi islam? Saya rasa ini sangat sangat belum cukup untuk memperkenalkan sistem ekonomi yang begitu sempurna ini , namun mungkin saat ini, sebagai permulaaan hanya ini yang ingin saya paparkan tentang sistem ekonomi islam ini, semoga dengan tulisan ini umat islam lebih peduli dengan sistem ekonominya sendiri, sehingga kita sebagai umat islam dapat kembali memimpin dan membawa umat islam jaya seperti halnya yang dilakukan baginda Rasulullah s.a.w dan para sahabat berabad-abad yang lalu.
Wallahua’alam bisshawab

                                                                                23 Maret 2012
                                                                                Muhammad Fatih Al-Aziz